7 Warga Sikakap Terkena DBD Puskesmas Sikakap Lakukan Kegiatan Fogging

7  Warga Sikakap Terkena DBD Puskesmas Sikakap Lakukan Kegiatan Fogging Petugas Puskesmas Sikakap lagi melakukan pengasapan di rumah dan lingkungan di Desa Sikakap. (Foto: Supri Lindra/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sejak Januari sampai 17 Maret 2024, sebanyak 7  warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai terkena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), untuk mencegah penularan Puskesmas Sikakap melakukan kegiatan fogging atau pengasapan di rumah dan got-got tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti, dan memberikan abatisasi yaitu penaburan abate dengan dosis 10 gram untuk 100 liter air. 

Pemegang Program DBD Puskesmas Sikakap, Nurmawan Simbolon,  mengatakan dari tujuh orang tersebut, empat orang dinyatakan positif saat periksa di rumah sakit di Padang, dan tiga orang di periksa di Puskesmas Sikakap. “Mencegah penularan DBD, Puskesmas Sikakap melakukan kegiatan pengasapan, dan melakukan penaburan abate dengan dosis 10 gram untuk 100 liter air pada tampungan air yang ditemukan jentik nyamuk,” ujarnya, Senin (18/3/2024).

Kata Nurmawan, penyakit DBD adalah inveksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti secara tampilan sangat mudah dikenali dengan warnanya yang belang hitam putih dengan ciri fisik yang kecil, nyamuk tersebut berkembang biak di air yang bersih seperti bak mandi.

Nyamuk aedes aegypti mengigit manusia saat terang mulai pukul 08.00 WIB sampai jam 10.00 WIB, dan menjelang sore hari jam 15.00 WIB sampai 17.00 WIB. Masa inkubasi 5 hari sampai 10 hari, rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk tersebut muncullah bintik-bintik pada tubuh manusia.

Gejala DBD umumnya di tandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat celcius, sakit kepala, mual hingga muntah, nyeri di belakang mata, tulang dan otot, muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit, radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum, setelah itu.

“Antisipasi penyebaran DBD dengan cara 4 M (menguras, menutup tampungan air, mengubur barang bekas, dan memantau). Memberantas sarang nyamuk dibutuhkan kerjasama semua pihak, terutama sekali masyarakat agar dapat menjaga lingkungan bersih dan bebas dari genangan air,” ujarnya.

Camat Sikakap Victor, mengatakan, dalam pencegahan penularan DBD tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan pihak kesehatan saja, tapi peran serta masyarakat dalam hal menjaga lingkungan bersih sangat diperlukan sekali. “Menjaga lingkungan bersih itu tugas masyarakat untuk mencegah terjadinya berkembang biak jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang hidup dan berkembang biak di air bersih seperti bak mandi,” katanya.


BACA JUGA