Kapal Cepat Antar Pulau Beroperasi, Rujuk Pasien dan Pengiriman Produk UMKM Gratis

Kapal Cepat Antar Pulau Beroperasi Rujuk Pasien dan Pengiriman Produk UMKM Gratis Pj Bupati Mentawai, Martinus (empat dari kiri) meresmikan peluncuran perdana pelayaran kapal cepat antar pulau Mentawai (Foto : Patris/MentawaiKita)

TUAPEIJAT-Kapal cepat antar pulau Mentawai Fast milik PT. Mentawai Anugerah Sejahtera (MAS) mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. peluncuran perdana trayek antar pulau itu dilakukan oleh Penjabat BUpati Mentawai, Dahlan di Pelabuhan Tuapeijat, Senin (28/11/2020)

Layanan kapal antar pulau tersebut tak dipungut biaya khusus rujuk pasien dan pengiriman produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan syarat sudah terdaftar di Koperindag. “Pengiriman produk UMKM dari Padang ke Mentawai atau sebaliknya maupun antar pulau itu kita gratiskan dan masyarakat kita yang sakit dan dirujuk itu kita gratiskan,” kata Martinus.

Layanan penyeberangan kapal cepat antar pulau hari ini mulai melayani rute Tuapeijat menuju wilayah Siberut dan berhenti di Pelabuhan Pokai, Sikabaluan kemudian kembali ke Tuapeijat pada hari yang sama. 

Pj. Bupati Mentawai, Martinus Dahlan berharap dengan adanya kapal cepat antar pulau tersebut masyarakat makin terlayani. “Harapan kita terutama dengan adanya kapal cepat antar pulau ini makin membantu masyarakat kita, dapat memangkas waktu dan jarak tempuh lebih singkat,” ujarnya.

Kemudian soal daerah yang belum memiliki dermaga seperti di Saibi Kecamatan Siberut Tengah akan dilayani jika dermaga sudah ada. “Pelabuhan yang belum ada nanti ke depan akan menyambung ke sana, kita pikirkan ke depan bagaiman segera ada dermaga dan kita masukkan jadwalnya ke sana,” ujar Bupati.

Sementara kapal kayu antar pulau milik Pemda Mentawai kata Martinus akan tetap dijalankan dan teknis pengoperasian akan diatur Dinas Perhubungan Mentawai. “Kapal Pemda untuk antar pulau tetap jalan, kita akan buat jadwalnya melalui Dishub Mentawai. Dan kapal itu akan kita operasikan melayani dari Sikabaluan ke Betaet atau ke pantai barat yang tidak dilayani kapal cepat antar pulau,” jelas Bupati.

Bupati memastikan dan berharap layanan kapal cepat antar pulau ini akan terus melayani penyeberangan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dari tahun ke tahun. “Ini sampai kemampuan uang kita akan jalankan, dan harapan kita kapal ini terus jalan tahun ke tahun,” ujar Martinus.

Kepala Dinas Perhubungan Mentawai, Tohap Martua Nababan menjelaskan layanan kapal cepat antar pulau tersebut kata Bupati mendapat suntikan subsidi dari Pemda Mentawai senilai 60 persen dari 200 total tempat duduk penumpang setiap pelayaran. “ Kalau seet melebihi 60 persen tidak kita subsidi, tetapi kalau di bawah 60 persen kita akan subsidi,” ujar Tohap 

Skema subsidi dijelaskan Tohap akan menghitung biaya produksi dengan pendapatan ketika ada selisih itu baru kita hitung dengan seet atau tempat. “Subsidi 60 persen dari 200 seet itu kan 120 seet, ketika seetnya melebihi 120 itu tidak kita bayar subsidi, tetapi ketika di bawah itu baru kita subsidi, anggaran kita sediakan Rp1 miliar,” kata Tohap.

Ada pun jadwal layanan kapal cepat antar pulau yakni setiap Senin dan Kamis melayani rute Tuapeijat-Maileppet-Sikabalaun dan setiap Selasa dan Jumat melayani rute Tuapeijat-Sikakap. Keberangkatan dari Pelabuhan Tuapeijat setiap pagi pukul 07.00 WIB dengan waktu tempuh 2-3 jam.


Harga tiket Tuapeijat-Siberut (Maileppet) senilai Rp125 ribu untuk dewasa, Rp75 ribu anak-anak, WNA Rp175 ribu. Siberut (Maileppet)- Sikabaluan untuk dewasa Rp110 ribu,  Rp65 ribu anak-anak, WNA Rp160 ribu. Tuapeijat-Sikabaluan senilai Rp235 ribu untuk dewasa, Rp140 ribu anak-anak, WNA Rp285 ribu. Kemudian biaya tiket rute Tuapeijat-Sikakap senilai Rp200 ribu untuk dewasa, Rp120 ribu anak-anak, WNA Rp250 ribu.

Sementara untuk mobilisasi barang penumpang dengan kapasitas dan volume yang besar dapat melalui kapal ASDP dengan kerja sama Pemda Mentawai. “Untuk barang-barang yang akan bawa itu kapal ASDP, kita akan kerja sama setiap tahun mereka bantu operasional jadi kita tinggal buat proposal,” jelas Tohap. 


BACA JUGA