PLTBM Madobag Tak Aktif, Kabel Tembaga Banyak Dicuri

PLTBM Madobag Tak Aktif Kabel Tembaga Banyak Dicuri Gabriel sedang memperlihatkan lokasi kabel jaringan yang dicuri. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

ROGDOK-Sejak Pembangki Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) di Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai padam dan Perusda menyerahkan ke Pemda Mentawai, banyak kabel-kabel listrik tersebut hilang dicuri maling.

Gabriel Tasiriottoi salah satu mantan tenaga kerja PLTBM Desa Madobag mengatakan sebelumnya listrik sudah padam sejak Selasa (23/11 2021) dan dihidupkan kembali pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru dan mati lagi pada Rabu (5/1/2022) sampai saat ini.

“Kami juga sebagai tenaga kerja PLTBM sudah berhenti, sejak tidak beroperasi sudah banyak kabel hilang dicuri serta dijual. Peristiwa ini terjadi saat tidak ada yang jaga karena tenaga kerja semuanya tidak masuk kerja lagi. Yang dicuri itu kabel berbentuk tembaga karena harga jualnya mahal mencapai Rp50 ribu per kilogram. Di Dusun Rogdok ini ada juga di penampungan besi mereka datang dari luar menggunakan mobil," kata Senin (24/1/2022).

Sebenarnya kata Gabriel, pencuri kabel ini sudah ketahuan dan mereka sudah mengakuinya dan sudah dilaporkan ke dusun dan desa namun belum ada tanggapan, motif mereka mencuri ini mereka menggali kabel di dalam tanah.

“Kami tidak tahu mengapa mereka tahu ada kabel di dalam tanah, termasuk di luar juga diambil saat mereka lihat ada kabel tembaga itu mereka ambil. Kita ingin jangan ada lagi yang mencuri kabel sebab ketika ini dialihkan pengoperasiannya ke PLN tidak bermasalah lagi, kita belum tahu apakah masih perusahaan Perumda yang kelola atau seperti apa bentuknya belum jelas, termasuk keberadaan kami sebagai tenaga kerja sekarang,”

Lanjut Gabriel, kondisi PLTBM saat ini memprihatinkan sudah tak terawat banyak yang hilang, lingkungan PLTBM juga sudah bersemak dan banyak rumput. “Saya secara moril saja memantau dan melihat tapi kalau malam kita tidak tahu jika ada orang yang mencuri sebab dari pihak atasan tidak ada orang yang dimandatkan untuk menjaganya,” kata Gabriel.

Walaupun tidak hidup tapi harus dijaga karena ini aset negara dan milik masyarakat, mana tahu kedepan ada rencana dihidupkan kembali tapi alatnya sudah banyak yang rusak, akan bermasalah lagi.

Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Kepulauan Mentawai Hendrikus Erik mengatakan, berdasarkan penetapan APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai 2022, tidak ada pengoperasian listrik tenaga biomassa di Siberut untuk tahun 2022. “Kami mengembalikan kepada Pemerintah Daerah dan surat yang kami layangkan belum ada tanggapan dari Pemda Mentawai," kata Erik.

 


BACA JUGA