Diduga Dukun Santet, Warga Mabulau Buggei Diusir dari Kampung  

Diduga Dukun Santet Warga Mabulau Buggei Diusir dari Kampung   Polisi dari Sikakap dan Koramil sedang memediasi warga dan warga yang dituding menyantet. (Foto: ist)

SIKAKAP-Diduga dukun santet HS (66) warga Dusun Mabulau Buggei, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diusir dari dusun tempat tinggalnya. 

Agar tidak terjadi korban jiwa atau pertengkaran Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi mengutus  Wakapolsek Sikakap Iptu Yanuar bersama beberapa anggota Polsek Sikakap untuk melakukan mediasi antara HS dan Warga Dusun Mabulau Buggei, di gedung serbaguna Dusun Mabulau Buggei, Minggu, 23 Januari.

Wakapolsek Sikakap Iptu Yanuar mengatakan, dalam pertemuan tersebut disepakati dimana HS tetap keluar dulu dari Dusun Mabulau Buggei dan membayar denda Rp5 juta, denda boleh dicicil pembayarannya. Sedangkan keluarga HS boleh tinggal di Dusun Mabulau Buggei dan boleh melakukan kegiatan seperti biasa. “HS boleh kembali ke kampung asalkan telah berubah sifatnya tidak boleh lagi melakukan santet kepada siapapun,” Selasa (25/1/2022)

Yanuar menambahkan, berdasarkan informasi dari masyarakat kegiatan santet ini sudah dua kali dilakukan HS pertama di tahun 1986 dan di November 2021 tahun lalu. “Di pertengahan bulan November 2021 HS mengubur foto Gisman Siritoitet (66) di kuburan warga Dusun Mabulau Buggei yang meninggal dunia akibat tenggelam di laut. Aksi yang dilakukan HS diketahui oleh warga Dusun Mabulau Buggei lainnya, melihat hal tersebut timbul kecemasan dan kegaduhan di tengah-tengah warga Dusun Mabulau Buggei,” ujarnya.

Kemudian kepala dusun mengambil langkah inisiatif untuk sidang adat terhadap HS. Dalam sidang adat tersebut HS mengakui perbuatannya, sidang adat mengambil keputusan HS dan keluarga keluar dari kampung Dusun Mabulau Buggei, dan Membayar denda Rp5 juta.

Setelah menerima sanksi tersebut HS beserta keluarga keluar dari kampung Dusun Mabulau Buggei tanpa diketahui oleh perangkat Dusun Mabulau Buggei dengan tujuan untuk mencari pinjaman membayar denda.

Mengetahui HS dan keluarga keluar Dusun Mabulau Buggei sebelum membayar denda, masyarakat menganggap HS tidak mau membayar denda, melihat hal itu timbul kemarahan masyarakat dan langsung merusak gubuk di ladang milik HS.

Mengetahui gubuknya dirubuhkan HS merasa tidak senang dan melaporkan kegiatan perusakan tersebut ke Mapolsek Sikakap.

Berdasarkan laporan tersebut Mapolsek Sikakap memfasilitasi pertemuan HS dengan warga Dusun Mabulau Buggei di kantor Desa Saumanganya, tapi tidak ada hasil kesepakatan. Rabu (19/1/2022) Mapolsek Sikakap kembali memfasilitasi pertemuan HS dengan warga Dusun Mabulau Buggei di kantor Polsek Sikakap, dari hasil pertemuan tersebut maka dilanjutkan pertemuan di Gedung serbaguna Dusun Mabulau Buggei Minggu (23/1/2022).

"Hasil pertemuan tersebut awalnya HS dan keluarga diusir dari kampung Dusun Mabulau Buggei, dan denda Rp5 juta, dari hasil pertemuan terakhir Keluarga HS diperbolehkan tinggal di kampung Dusun Mabulau Buggei dan boleh melakukan kegiatan seperti biasa, sementara HS untuk sementara waktu keluar dulu dari kampung Dusun Mabulau Buggei sampai waktu tidak terbatas, HS boleh kembali Ke kampung Dusun Mabulau Buggei asalkan HS sudah berubah sifatnya tidak melakukan lagi kegiatan santet, masalah denda Rp5 juta tetap dibayar HS,"katanya. 


BACA JUGA