Balai Bahasa Sumbar Lokakarya 3.265 Kosa Kata Bahasa Mentawai

Balai Bahasa Sumbar Lokakarya 3265 Kosa Kata Bahasa Mentawai Peserta lokakarya kamus Bahasa Mentawai Indonesia. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sebelum dijadikan kamus bahasa Mentawai Indonesia 3.265 kosa kata bahasa Mentawai di lokakaryakan oleh Balai Bahasa Sumatera Barat, di aula pertemuan Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Sikakap, Sabtu, 23 Oktober.

Lokakarya tersebut diikuti sebanyak 40 orang terdiri dari staf Kecamatan Sikakap, Kepala Desa, aparatur desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

"Menyusun kamus bahasa Mentawai Indonesia membutuhkan waktu panjang, terus terang kami dari tim penyusun kamus bahasa Mentawai Indonesia sangat awam sekali dengan bahasa Mentawai, dalam menyusun kamus bahasa Mentawai Indonesia kami serahkan sepenuhnya kepada informan, dari target 5.000 kosa kata, baru 3.265 kosakata yang ditemukan, itupun belum maksimal, lokakarya tujuannya untuk memperbaiki kosa kata bahasa Mentawai Indonesia yang telah kami entri untuk dapat diperbaiki baik itu penulisan maupun artinya,"kata Diana, ketua  Perkamusan Balai Bahasa Sumatera Barat, Sabtu, 23 Oktober.

Selain itu kata Diana, memperbaiki tulisan dan arti yang telah dibuat, lokakarya bertujuan untuk menambah kosa kata baru sehingga kosa kata 3.265 ini bisa bertambah. Ini adalah tahap ketiga dalam perjalan menyusun kamus Bahasa Mentawai Indonesia, tahap pertama pengumpulan kosakata, tahap kedua verifikasi kosa kata, dan tahap ketiga lokakarya.

"Semoga saja hasil dari lokakarya ini bisa nanti menambah dan memperbaiki kosa kata yang telah kami buat, sehingga bisa dibukukan dan menjadi kamus Bahasa Mentawai Indonesia, tapi nanti akan tetap akan ada perbaikan-perbaikan, dalam menyusun kamus bahasa Minang Indonesia membutuhkan waktu 5 tahun, apa lagi menyusun kamus Bahasa Mentawai Indonesia yang menurut kami penuh tantangan sebab kami sangat awam sekali dalam berbahasa Mentawai,"tuturnya.

Hoskilius, Sekretaris camat Sikakap, menyebutkan, bahasa merupakan suatu budaya yang harus dilestarikan dijaga dan di pelihara.

Dengan bahasa kita tahu dari mana asal kita, sekarang ini sudah banyak para generasi muda Mentawai yang mulai melupakan bahasa Mentawai, sebab sekarang ini generasi muda Mentawai lebih cenderung memakai bahasa Minang dan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.

"Mari kita bantu semaksimal mungkin agar kamus Bahasa Mentawai Indonesia ada, dengan adanya kamus bahasa Mentawai Indonesia ini merupakan suatu kebanggaan bagi generasi muda kita,"ungkapnya.

San Andi Iklas, kepala Desa Sikakap, sekaligus narasumber mengatakan, penelitian bahasa Mentawai sudah dimulai sejak abad 18 tapi belum satupun kamus bahasa Mentawai Indonesia yang terbit.

Dengan adanya kerjasama Balai Bahasa Sumatera Barat dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan harapan akan terbit nanti kamus bahasa Mentawai Indonesia, supaya menjadi kebanggaan bagi generasi muda Mentawai, bahasa Mentawai harus dilestarikan dan dijaga supaya jangan sampai hilang, di Pagai Utara Selatan (PUS) budaya Mentawai sudah mulai hilang, lihat saja di PUS tidak ada satupun uma rumah adat Mentawai yang tersisa. “Sekarang ini saja generasi muda lebih cenderung memakai bahasa Minang atau bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari, kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan Budaya dan bahasa Mentawai siapa lagi,'' ungkapnya.

Ferdinand Salamanang, peserta lokakarya menyebutkan, sekarang ini budaya Mentawai dan bahasa Mentawai diambang kepunahan, kalau tidak menjaga dan melestarikannya. Buktinya saja sekarang ini di rumah kota saja, kita lebih cenderung memakai bahasa Indonesia atau bahasa Minang dalam ucapan sehari-hari.

"Sesuai informasi yang saya dapatkan salah satu suku yang akan punah itu masuk suku Mentawai, kalau suku, budaya dan bahasa Mentawai tidak kita jaga maka perkiraan ahli yang menyatakan suku Mentawai akan punah akan terjadi, mari kita jaga dan lestarikan budaya Mentawai termasuk bahasa Mentawai upaya suku kita tidak punah, itu tidak lepas dari peran serta kita orang tua dalam menanamkan rasa cinta kepada anak-anak terhadap budaya, suku, dan bahasa Mentawai, bahasa merupakan bahasa ibu yang harus dijaga dan dilestarikan, kami sangat berterima kasih sekali kepada balai bahasa provinsi Sumatera Barat telah berkenan dalam menyusun kamus bahasa Mentawai Indonesia, berarti bahasa Mentawai masih diakui keberadaannya di Indonesia, terutama sekali di Provinsi Sumatera Barat, sebab Kabupaten Kepulauan Mentawai bagian dari Provinsi Sumatera Barat,”katanya. 

 


BACA JUGA