Dua Kapal Pukat Cincin Asal Sibolga di Semprot Cairan Disinfektan 

Dua Kapal Pukat Cincin Asal Sibolga di Semprot Cairan Disinfektan  Tim Kordinasi Covid 19 Kecamatan Sikakap lagi melakukan penyemprotan cairan desinfektan diatas kapal pukat cincin yang berlabuh di Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Tim Kordinasi Covid 19 Kecamatan Sikakap menyemprot cairan desinfektan ke seluruh badan kapal pukat cincin, sementara  72 nelayan Asal Sibolga, Sumatera Utara didata dan diukur suhu tubunnya. 

Koordinator Tim Covid-19 Kecamatan Sikakap, Erika Napitupulu mengatakan setiap kapal dan orang yang baru datang dari luar Desa Sikakap dan bersandar di Pelabuhan Perikanan wilayah III Sikakap Anak Buah Kapal (ABK) tidak diperbolehkan keluar dari pelabuhan. Dua kapal  yang merapat di pelabuhan tersebut seperti KM. Elisabet dengan ABK 34 orang, dan KM Ratna Sari dengan ABK 38 orang ikut disterilkan.

“Setelah didata barulah ABK diperbolehkan keluar pelabuhan kemudian seluruh ABK harus patuhi protokoler kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, kalau diketahui ABK  berkeliaran di sekitar Desa Sikakap tidak memakai masker akan kita tegur, bahkan akan dilakukan tindakan tegas seperti memberikan sangsi suruh ke kapal dan membeli masker,” katanya Sabtu (4/7/2020)

Apoan Makala (47) Nakhoda KM Ratna Sari mengatakan mereka dari Sibolga sejak 24 Juni, langsung mencari ikan di sekitar Samudera Hindia. “Karena badai dan gelombang besar terpaksa harus masuk ke pelabuhan Sikakap untuk berlindung, jumlah ABK 38 orang,” katanya.


BACA JUGA