Warga Tak Izinkan Aparat dan Rasyidin Menepi di Pulau Nyangnyang

Warga Tak Izinkan Aparat dan Rasyidin Menepi di Pulau Nyangnyang Ilustrasi, Pulau Nyangnyang yang disengketakan. (Foto: Abriagus untuk Mentawaikita.com)

TAILELEU-Eksekusi yang terjadi di Masokut, Pulau Nyangnyang, Desa Pasakiat Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai terkendala karena masyarakat yang bersengketa tidak mengizinkan aparat dan tim Rasydin Syaiful berlabuh di lokasi sengketa. 

Salah seorang warga setempat, Heronimus mengatakan, rombongan masyarakat yang hadir di lokasi Masokut ada sekira 200 orang yang datang dari berbagai daerah mulai dari Puro, Maileppet, Taileleu, dan Katurei semua sudah berada di pantai.

Berita Terkait:

Puluhan Polisi Amankan Lokasi Eksekusi di Pulau Nyangnyang

"Masyarakat ada sekira 200 orang sudah berada dipantai dengan alat masing-masing mulai dari panah, tombak, dan parang, jika ada yang berani menginjakkan kakinya di pantai kita tidak tahu apa yang akan terjadi, dan kemungkinan akan terjadi konflik. Sejauh ini masyarakat tidak bisa lagi dinegosiasi karena sudah kondisi panas,"kata Heron kepada Mentawaikita.com, Selasa (10/9/2019).

Warga yang sudah berkumpul di pulau tersebut sejak kemarin  menggunakan boat dan tidur di Pulau Nyangnyang dengan membawa istri dan anak-anak, dan pada pukul 08.00 WIB pagi masa menyusun strategi dengan berbaris di pantai dengan peralatan lengkap seperti panah.

"Sejauh ini pihak keamanan masih berada di tengah laut mengapung apung, karena ada intruksi bahwa pihak keamanan tidak boleh buang jangkar di pantai, maka pihak keamanan masih berada di laut," katanya.

"Sejauh ini masih kondisi aman, belum ada kontak fisik dan belum ada kerusuhan antara pihak keamanan dan masyarakat. Harapan kita semua berjalan dengan baik dan tidak ada korban jiwa," kata heron.


BACA JUGA