Puailiggoubat Edisi 378 (15-28 Februari 2018)

26-02-2018 01:03 WIB

Nangnang Sakoikoi (60), seorang petani kopra memperhatikan seorang pemuda yang sedang mengambil buah kelapanya. Puluhan buah berhasil dikumpulkan dan akan diolah menjadi kopra.

"Dalam sehari, dia bisa memanjat 20-30 batang kelapa, per batang menghasilkan 30 butir, karena saya sudah tua, makanya diupahkan memanjat kelapanya," kata Nangnang di kebun yang memiliki kelapa 200 batang itu. Panen kali ini, ada 100 batang yang akan diambil buahnya.

Kebun kelapa yang digarap Nangnang berada di Dusun Peipei Desa Pasakiat Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya Kepulauan Mentawai. Kebun itu bukanlah milik Nangnang, namun dia menyewanya dari Melki Saeppu, menantunya untuk diolah menjadi kopra. Pesisir pantai Taileleu memang terkenal sebagai penghasil kelapa dan kopra.

Saat ini menurut Nangnang, harga kopra sedang turun, hanya Rp5.500 per kilo, jauh dari harga akhir Januari lalu yang menembus Rp7 ribu per kilo.

Dari 100 batang kelapa yang dipanen kali ini akan diolah menjadi kopra dalam waktu dua minggu yang diperkirakan menghasilkan 1,5 ton kopra atau senilai Rp8,25 juta. "Kita akan salai (asapi) dengan dua tungku, uang yang didapat dibagi dua dengan pemilik kelapanya," kata Nangnang.

  • Pin it
Komentar