Puailiggoubat Edisi 377 (1-14 Februari 2018)

13-02-2018 15:50 WIB

Seleksi ulang tenaga kontrak Mentawai ini menimbulkan kegaduhan terutama di media sosial. Banyak yang kemudian menuding seleksi ini disebabkan defisit anggaran di Pemda. Pelaksanaan ujian juga tak lepas dari kritik, karena terkesan buru-buru dan panitia tidak siap. Namun Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru, membantah semua itu.

Menurut dia, ada dua hal mendasar terkait seleksi ujian kontrak yang dilakukan Pemkab Mentawai ini.

"Ini terkait soal kebutuhan dan beban kerja masing-masing OPD serta berdasarkan rekomendasi BPK dan Gubernur Sumatera Barat terkait dengan jumlah tenaga kontrak yang tidak sebanding dengan ASN, " katanya, 26 Januari 2018.

Memang menata ulang jumlah tenaga kontrak Mentawai hal yang harus dilakukan. Sebab jumlah tenaga kontrak Mentawai 3.687 orang, melebihi jumlah ASN/PNS sebanyak 2.470 orang. Kondisi ini juga yang menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan memberikan rekomendasi pada tahun lalu agar ada analisis beban kerja dan data kebutuhan minimal pegawai daerah.

  • Pin it
Komentar