Mencari Aggau Makanan Lezat dari Mentawai

06-09-2017 11:35 WIB | Travel | Reporter: Rus Akbar | Editor: Gerson Merari
Mencari Aggau  Makanan Lezat dari Mentawai

Peserta Festival Muanggau Mentawai 2017 mencari kepiting di Pantai Mapaddegat, Sipora Utara. (Foto : Rus)

MAPADDEGAT --Meski mentari sore masih malu-malu menampakkan dirinya dari langit Mentawai akibat gerimis, tapi Arsi Siritoitet (33) peserta penangkap anggau bersama dua orang temannya dari Dusun Mapaddegat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sudah bersiap menyediakan peralatan untuk berburu aggau (kepiting berkaki merah) untuk ikut kompetisi Festival Muanggau Mentawai 2017 yang diadakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga di Mapaddegat, Tuapeijat, Selasa (5/9/2017).

Peralatan yang disediakan Arsi itu untuk menangkap aggau itu berupa, oorek (keranjang) dari rotan tempat kepiting, pelepah sagu sebagai lapisan paling atas agar kepiting tidak bisa merayap keluar, lalaplap (penjepit dari bambu ukuran 30 sentimeter), satu unit solok (obor dari bambu berbahan minyak tanah).

"Fungsi obor ini untuk penerangan mencari aggau. Kalau penjepit ini untuk menangkap kepiting agar tidak digigitnya," katanya pada Mentawaikita, Selasa (5/6/2017).

Peralatan yang disediakan itu merupakan alat tradisional sesuai anjuran dari tim juri, pasalnya juri akan menilai peralatan tangkap anggau dan total berat aggau yang diperoleh dari pukul 19.00 WIB sampai 00.00 WIB.

Kepiting berkaki merah merupakan endemik di Kepulauan Mentawai selain kepiting bakau dan kepiting lainnya. Aggau ini akan keluar dari sarangnya di daerah berpasir dekat pantai, menurut warga setempat dalam setahun itu hanya keluar tiga kali untuk bertelur. Itulah yang membuat masyarakat Mentawai kalau datang musim aggau mereka berbondong-bondong mencari dan dijadikan sebagai makanan pengganti ikan saat musim badai di Mentawai.

"Tikai amateiat solokku tat anai alutetku, tak u menchis (tikai sudah mati oborku tidak ada korek api)," teriak Arsi saat obornya mati terkena hujan di tengah kebun kelapa bersemak. "Kalau seperti ini banyak kepiting berjalan di pasir tapi hati-hati nanti digigitnya,"tambah Arsi.

Untuk mencari aggau ini butuh ketrampilan menangkapnya, kalau tidak bisa dua kemungkinan akan terjadi lepas dan atau digigitnya makanya dibutuhkan alat penjepit. Kepiting merah ini biasanya ada di pasir-pasir laut dekat pantai. (Baca Juga :Festival Muanggau Acara Unik yang Hanya Dimiliki Mentawai)

"Tidak ada di rawa-rawa atau diperbukitan, kepiting ini ada di pasir menggali sarangnya, saat dia mencari tempat sarangnya di situlah kita menangkapnya, bisa juga menggali sarangnya tapi butuh waktu lama kadang dalam dibuatnya," ujar Arsi.

Arsi dan dua orang temannya merupakan peserta Festival Muanggau Mentawai 2017 dari 25 kelompok dimana satu kelompok tiga orang.

"Tradisi kita ini kita jadikan ajang festival yang diadakan 5 sampai 7 September 2017, untuk menarik wisatawan berkunjung ke Mentawai khususnya di Mapaddegat bahwa di sini ada kepiting merah atau aggau menjadi makan khas Mentawai yang sangat lezat dan bervitamin tinggi," tutur Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake.

Selain mencicipi kepiting kaki merah yang sangat lezat ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat seperti penginapan transportasi dan kuliner lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tambah Korta.

"Kalau biasanya kepiting ini hanya untuk konsumsi keluarga saja bagaimana nanti ini menjadi komoditi lokal masyarakat menjadi sajian yang mengundang wisata," ujar Kortanius.

Sementara Laurensius Saruruk, Kasi Pengembangan Objek Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawa sekaligus sebagai juri dalam lomba menangkap aggau merupakan Festival dimulai sejak pukul 19.00 WIB sampai 00.00 WIB, pada festival ini akan dinilai juri peralatan tradisional yang dipakai serta total berat kepiting yang didapat.

Kepiting merah atau dikenal dengan aggau merupakan lauk pauk masyarakat Mentawai kalau datang musimnya , biasanya kepiting ini akan direbus dicampur dengan alat bumbu lain dari lokal, meski tidak memakai bumbu lain rasanya sangat guri terutama dagingnya dan isi kepala kepiting.

  • Pin it
Komentar