Rumah Dinas SDN 20 Malancan Disegel

28-08-2017 11:58 WIB | Pendidikan | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: Gerson Merari
Rumah Dinas SDN 20 Malancan Disegel

Rumah Dinas SDN 20 Malancan, Kecamatan Siberut Utara disegel karena persoalan utang dengan kontraktor.(Foto:Bambang)

Penyegelan fasilitas pendidikan yang dibangun pemerintah kembali terjadi di Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, kali ini yang menjadi sasaran penyegelan yang dilakukan oknum masyarakat berupa rumah dinas SDN 20 Malancan yang berlokasi di Dusun Terekan Hulu, Desa Malancan pada awal Agustus lalu. Persoalan masih sama yakni terkait utang piutang antara kontraktor dan pekerja.

Urbanus Saumanuk, salah seorang warga Sirilanggai yang memasang tanda pelarangan memakai bangunan rumah dinas guru SDN 20 Malancan mengakui bahwa mereka diminta untuk memasang tanda larangan pemakaian bangunan.

"Memang kami pasang karena diminta oleh Pak Maru Saerejen," kata Urbanus Saumanuk.

Maru Saerejen yang dikonfirmasi terkait perintah pelarangan yang dihubungi melalui pesan elektronik mengaku penyegelan rumah dinas SDN 20 Malancan atas perintahnya. Ia menyebutkan, pelarangan tersebut disebabkan adanya persoalan utang piutang yang belum selesai antara dirinya dengan CV. Saibi Karya selaku pemborong bangunan.

"Pembayaran material dari Padang seperti semen, besi dan lain lain belum selesai dibayar kepada saya," kata Maru Saerejen pada Jumat, 18 Agustus.

Lanjut Maru, pihaknya pernah menyampaikan laporan terkait soal utang piutang itu kepada pejabat Bupati Mentawai (Syafrizal) agar tidak melaksanakan penilaian hasil kerja sekaligus pembayarannya karena masih ada masalah di lapangan.

"Pada waktu itu sudah ada tim yang diturunkan, namun karena pengakuan masyarakat pada waktu itu sudah tidak ada masalah sehingga proyek di PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima dan dibayarkan sesuai dengan kontrak kerja," ujarnya.

Namun ketika ditanya berapa total anggaran pengadaan material dari Padang, Maru Sarejen tidak bersedia menyebutkan.

Menanggapi persoalan pelarangan bangunan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Siberut Utara, Santo Salamao mengatakan, saat ada laporan terkait dengan persoalan pembangunan rumah dinas SDN 20 Malancan, perwakilan kecamatan dan pihaknya turun langsung dan melakukan pertemuan di lapangan.

"Karena waktu itu instruksi dari bupati (Pj) dan sekda untuk turun ke lapangan maka kami turun bersama dengan pihak kecamatan. Dalam pertemuan itu masyarakat mengakui tidak ada masalah. Artinya kalau sekarang ada masalah berarti masyarakat yang berbohong dan main-main," kata Santo kepada Mentawaikita.com , Rabu (23/8/2017)

Namun Mentawaikita.com yang melakukan konfirmasi kepada Direktur CV. Saibi Karya, Mido tentang persoalan itu melalui pesan singkat maupun telepon belum mendapat tanggapan dari pihak kontraktor.

  • Pin it
Komentar