Lestarikan Budaya Mentawai Melalui Festival Panah Tradisional

12-07-2017 13:12 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: Zulfikar
Lestarikan Budaya Mentawai Melalui Festival Panah Tradisional

Pamflet Festival Panah Tradisional Mentawai (Sumber Foto: FB Mentawai Festival)

TUAPEIJAT - Upaya pelestarian panah tradisional sebagai salah satu dari budaya Mentawai, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menggelar Festival Panahan Tradisional Mentawai di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan selama 3 hari, mulai 26-28 Juli 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Desti Seminora menjelaskan penyelenggaran festival panah tradisional Mentawai tersebut untuk mengangkat nilai-nilai budaya Mentawai.

"Kita ingin mengangkat nilai-nilai budaya Mentawai, juga mempromosikan bahwa panah tradisional yang memiliki daya tarik wisata yang unik dengan daerah lain," kata Desti Seminora pada Senin, 1o Juli.

Selain itu juga ada kekwatiran Desti, panah tradisional Mentawai akan hilang dan terjadi pergeseran dimana banyaknya masyarakat Mentawai sudah menggunakan alat modern.

"Kalau kita lihat ada pergerseran untuk panah, kita melihat di daerah pedalaman saat ini sudah menggunakan senapan angin yang sudah moderen, jadi kita kwatir aktivitas yang menggunakan tangan atau alatnya dibuat sendiri yang dilakukan masyarakat beralih ke mesin itu maksud kita melaksanakan festival ini dan mengedukasi agar anak muda belajar dan panah tradisional Mentawai tidak hilang," kata Desti.

"Kita berharap, lanjut Desti, melalui festival ini kunjungan wisatawan dapat meningkat baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara" katanya.

Syarat untuk mengikuti lomba panah tradisional tersebut menggunakan busur panah tradisional Mentawai dibuka untuk umum atau dewasa laki batas usia di atas 17 tahun.

Total hadiah yang akan diperebutkan dalam lomba panah tradisional Mentawai senilai Rp30 juta termasuk pajak. Sementara itu untuk akomodasi dan transportasi peserta diluar tanggung jawab penyelenggara, kemudian untuk pendaftaran peserta dapat langsung dilakukan di Kantor Dinas Perisiwata dan Pemuda Olahraga di kilometer 9, Tuapeijat atau melalui kontak personal yang sudah tercantum dalam brosur.

Festival panahan Mentawai juga tak hanya lomba panahan tradisional Mentawai tetapi ada kegiatan lain seperti racik racun panah, tari turuk laggai, dan festival kuliner makanan khas Mentawai,

Lomba panah tradisional Mentawai baru pertama kali digelar di Mentawai dan rencananya panahan tradisional Mentawai akan masuk dalam salah satu cabang olahraga pada Komite Olahraga Nasional Indonesia, (KONI) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Kami akan usulkan panah tradisional akan masuk pada cabang olahraga, karena kita memang memiliki aktivitas keseharian orang Mentawai menjadi cabor panahan tradisi onal," kata Desti.

  • Pin it
Komentar