Sekretaris Disdikbud Mentawai: Sekolah Tidak Berhak Memungut Biaya dari Siswa

07-07-2017 14:42 WIB | Pendidikan | Reporter: Patrisius Sanene | Editor: Gerson Merari
Sekretaris Disdikbud Mentawai: Sekolah Tidak Berhak Memungut Biaya dari Siswa

Sekretaris Disdikbud Mentawai, Dominikus Saleleubaja. (Foto:Patris)

TUAPEIJAT --Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Dominikus Saleleubaja menyatakan siswa baru masuk sekolah tingkat SD, SMP maupun SMA tahun ajaran 2017/2018 di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak dibebankan untuk menanggung bentuk biaya apa pun di sekolah misalnya seperti uang SPP, uang osis dan biaya lainnya.

"Untuk SD dan SMP itu tidak ada pemungutan sepersen pun tidak boleh dan tidak benar, kalau pun itu terjadi harus disampaikan kepada kita soal argumennya kenapa itu terjadi karena sampai hari ini kita tidak pernah menginstruksikan kepada sekolah untuk memungut itu," kata Dominikus Saleleubaja, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai,Jumat, (7/7/2017).

Namun pungutan untuk tingkat SMA saat ini, kata Domi, bisa saja dilakukan karena menghadapi persoalan anggaran semenjak beralih ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Pemungutan biaya bisa saja terjadi kalau untuk SMA karena soal anggaran juga, namun sepanjang itu dirapatkan dan sesuai dengan yang dirapatkan dengan orang tua wali ini kalau uang sekolah terkait dengan pendaftaran saya pikir bisa saja terjadi seperti itu," katanya

Ia juga tidak membenarkan adanya pihak sekolah yang mewajibkan siswa untuk melakukan pembelian baju olahraga dan lokasi sekolah di koperasi sekolah.

"Itu tidak boleh karena itu sifatnya sudah pemungutan meskipun itu kebutuhan dan mestinya ada persetujuan juga dengan orang tua bahwa untuk pembelian baju olahraga dapat dibeli di sekolah di sisi lain memang kemudahan orang tua tapi pada prinsipnya tidak ada pungutan apa pun ketika anak sekolah masuk dengan kondisi apa pun mau berseragam atau tidak itu statement saya, tidak ada pungutan uang osis, pembangunan, pemungutan untuk uang baju olahraga sebetulnya itu tidak boleh," jelasnya.

Menurut Domi, kekuatiran yang mengharuskan siswa untuk membeli kebutuhan sekolah di koperasi sekolah bisa berdampak pada orang tua yang kemudian bisa tidak jadi menyekolahkan anaknya.

"Kalau pun dilakukan untuk kemudahan misalkan untuk orang tua yang tidak punya uang, karena dia tahu masuk sekolah gratis kemudian ada kewajiban membeli baju olahraga di sekolah akhirnya karena itu anak orang tua tidak mau lagi menyekolahkan anaknya karena persoalan baju itu yang kita hindari sekarang," ujarnya.

Sementara di SMAN 2 Sipora untuk siswa baru tidak ada pungutan biaya apa pun dari pihak sekolah.

"Masuknya gratis dan tidak bayar, hanya siswa atau orang tua menyiapkan baju seragam sekolah di luar, dan untuk baju olahraga dan lokasi dapat dibeli di koperasi sekolah ini untuk memudahkan siswa saja karena," kata Bisronel Kepala SMAN 2 Sipora pada Kamis (6/7/2017).

  • Pin it
Komentar