Polres Mentawai Siagakan Pasukan Amankan Mudik

19-06-2017 14:42 WIB | Peristiwa | Editor: Rus Akbar
Polres Mentawai Siagakan Pasukan Amankan Mudik

Pemudik tujuan Tuapeijat-Padang memadati pelabuhan Tuapeijat (19/6). (foto: patrisius sanene)

TUAPEIJAT-Kepolisian Resort Kepulauan Mentawai mempersiapkan sekitar 60 personil untuk pengamanan mudik lebaran 2017 mulai Senin, 19 Juni-Selasa, 4 Juli.

Pengamanan mudik lebaran tersebut Polres Mentawai sudah mempersiapkan Pos Pengamanan (Pospam) di dekat kantor Dinas Perhubungan Mentawai.

"Untuk di Pospam kita tempatkan personil gabungan dari polisi setiap hari 6 orang, kemudian 4 orang TNI, Sat Pol PP 5 orang, dari Dinas Perhubungan 5 orang," kata Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Hasanuddin, pada Senin, (19/6/2017).

Kapolres mengatakan jumlah personil yang bertugas di Pospam selama operasi pengamanan mudik lebaran dari TNI berjumlah 10 orang, dari Dinas Perhubungan 15 orang, Sat Pol PP dan BPBD Mentawai.

Namun untuk BPBD memiliki Posko tersendiri. "Jadi kita sifatnya koordinasi bila terjadi bencana, juga kita siapkan ambulan tenaga medis yang juga sifatnya siap untuk kita hubungi," jelasnya.

Sementara untuk pengamana di setiap Polsek juga ada namun tidak mendirikan Posko. "Kalau di Polsek tidak mendirikan Posko tapi mereka melayani langsung dari kantor Polseknya, misalnya ada kegiatan masyarakat mereka melakukan pengamanan," katanya.

Titik pengamanan dilakukan di kawasan tempat wisata, pelabuhan, pusat perbelanjaan seperti pasar, kemudian juga akan melakukan patroli di rumah-rumah yang ditinggalkan penduduk untuk mencegah terjadinya aksi pencurian, kemudian juga perkantoran yang kosong akan dilakukan patroli.

Kapolres melihat selama ini untuk keamanan di Mentawai termasuk kategori kondusif belum ada kekwatiran terjadinya gangguan Kamtibmas yang serius. "Keamanan di Mentawai patut kita jaga terus untuk menciptakan suasana yang terus kondusif, dan kita tetap harus waspada karena ganggunan keamanan bisa saja terjadi kapan saja," katanya.

Kapolres AKBP Hasanuddin menghimbau masyarakat yang meninggalkan rumah untuk betul-betul mengecek alat-alat elektronik dalam keadaan mati, kemudian kompor untuk menghindari kebakaran dan juga memastikan rumah terkunci agar terhidar dari aksi pencurian," katanya. (Patrisius Sanene)

  • Pin it
Komentar