Polisi Sikakap Amankan Dua Pemuda yang Diduga Perkosa Tiga Anak Dibawah Umur

16-06-2017 17:46 WIB | Peristiwa | Editor: Rus Akbar
Polisi Sikakap Amankan Dua Pemuda yang Diduga Perkosa Tiga Anak Dibawah Umur

Ilustrasi

SIKAKAP-Kepolisian Sektor Sikakap, Mentawai mengamankan dua pemuda di Mapolsek Sikakap karena diduga telah memperkosa tiga anak dibawah umur. Dua pemuda tersebut berinisial SS (36), warga Panatarat dan B (59) warga Makukuet, Desa Matobe. Sementara tiga korbannya merupakan siswa SD, satu orang baru naik kelas VI, dua lainnya naik kelas V.

RS (34), salah seorang orang tua korban menuturkan, kejadian terungkap ketika pihak sekolah tempat korban belajar melihat ketiganya kurang sehat dan lesu, lalu pihak sekolah minta bantuan tenaga medis yang kebetulan sedang kunjungan rutin kesehatan ke sekolah tiga hari yang lalu. Kemudian pihak sekolah menanyakannya ke korban dan korban akihrnya mengakui kejadian yang menimpa mereka dan mengatakan siapa pelakunya.

Mendapat keterangan tersebut orang tua korban melapor ke Polsek Sikakap, kemudian korban diperiksa dan divisum oleh dokter Puskesmas Sikakap. Ternyata hasil visum, alat vital korban mengalami luka robek. "Menurut informasi pemerkosaan diduga dilakukan setelah pelaku ini mengiming-imingi korban uang dan nonton film dewasa di HP pelaku," ujar RS.

Kemudian pada Kamis, 15 Juni, polisi menjemput pelaku di rumahnya dan ditahan di Mapolsek Sikakap untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dari pantauan Mentawaikita, Mapolsek Sikakap dipadati warga Panatarat sejak pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Ada sekira 50 orang dan ada dari desa lain.

Kepala Dusun Panatarat, Martinus Sababalat, bersama puluhan warga yang sedang menunggu menanyakan kepada Kapolsek tentang lanjutan kasus terhadap orang yang diduga pelakunya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sikakap Iptu Jennedi menyampaikan, pihak kepolisian masih memeriksa dan mengumpulkan berkas perkara dan sudah dua hari diduga pelaku belum ada pengakuan mereka. "Sampai sekarang ini orang yang diduga pelaku tidak mengakui perbuatanya," ujarnya.

Jennedi meminta warga bersabar dan pulang ke rumah. Ia meminta warga member kepercayaan ke kepolisian untuk menjalankan hukum positif . "Masyarakat juga siap kalau sewaktu-waktu dipanggil untuk kepentingan penyidikan kasus dan menguatkan keterangan anak anak," kata Jennedi.

Meskipun belum ada pengakuan kedua pelaku ini, polisi tetap menahan mereka dan akan mengirim mereka ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Muara Padang menggunakan KM Ambu-ambu, 21 Juni. "Berkas perkara kami akan dinaikkan ke Kejaksaan, hasilnya nanti akan diketahui," katanya.

Menurut Jennedi, Kata Kapolsek ini kedua pelaku ini bisa dijerat pasal 82 ayat 1, Pasal 81 ayat1 dan 2, UU Nomot 35 tahun 2014 , tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. (Leo Marsen)

  • Pin it
Komentar