Jaringan Telkomsel Sering Mati, Gerai Pulsa Merugi

13-06-2017 11:20 WIB | Peristiwa | Editor: Rus Akbar
Jaringan Telkomsel Sering Mati, Gerai Pulsa Merugi

Kios penjual pulsa di Sikabaluan. (foto: bambang sagurung)

SIKABALUAN-Jaringan Telkomsel kerap mati di Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara membuat pedagang yang menjual pulsa serta paket intetnet merugi.

"Hampir tiga bulan ini jaringan mati. Memang ada hidup satu hari atau beberapa jam setelah itu mati lagi. Jadinya pulsa tidak terjual," kata Ignasius pada Mentawaikita.com, Selasa, (13/4/2017.

Lebihlanjut dikatakan Ignas, bila jaringan lancar penjualan pulsa dalam satu minggu minimal Rp1 juta. "Kadang bisa mencapai Rp2-3 juta. Namun kalau sekarang saldo lama masih ada, " katanya.

Kerap matinya jaringan Telkomsel juga dikeluhkan penjual paket internet. "Tidak lancar lagi karena orang merasa rugi isi paket kalau jaringan mati atau mati-hidup, " kata Angga pedagang pulsa dan paket.

Dikatakan Angga, bila jaringan lancar maka penjualan pulsa dan paket ditempatnya dalam satu minggu minimal Rp2 juta dan bila lancar dapat melebihi dari itu. "Kalau saat sekarang orang lebih cenderung pakai jaringan wifi di SMP, SMA dan Puskesmas. Namun karena banyak yang pakai kadang tidak lancar juga," katanya.

Akibat sering matinya jaringan telkimsel di Sikabaluan, para pedagang yang mengorder barang dagangan khususnya pedagang kebutuhan dapur seperti cabai, bawang, sayur-sayuran, buah-buahan dan keperluan lainnya mesti berbelanja sendiri ke Padang.

"Biasanya kita tidak mengeluarkan ongkos untuk ke Padang karena tinggal telpon pesanan, saat kapal masuk tinggal kita jemput. Sekarang tidak bisa, " kata Tek Jui (47) salah seorang pedagang.

Dikatakannya, untuk dapat berjualan pada hari Kamis sebagai hari pasar karena masuknya KM. Gambolo, setiap Selasa harus berangkat ke Padang MV. Mentawai Fast dengan ongkos Rp250 ribu. "Kesempatan belanja hanya satu hari itu saja, pada hari Rabu sebelum sore naik kapal Gambolo, " katanya.

Petugas jaga sentral telkomsel Sikabaluan, Pasaribu mengatakan petugas servis jaringan selalu datang saat terjadi kerusakan pada jaringan. "Namun kadang barang yang dipasang pada perangkat yang rusak barang bekas karena tidak adanya perangkat yang tersedia. Jadinya satu hari atau beberapa jam pakai kembali rusak, " katanya.

Selain itu, dikatakan Pasaribu karena persoalan daya listrik yang tidak kuat. "Kadang peralatan terbakar karena arus listrik tidak stabil, " katanya. (Bambang Sagurung)

  • Pin it
Komentar