Diduga Korupsi Dana SPP Senilai Rp498 Juta, Mantan Bendahara UPK Siberut Utara Ditahan

07-06-2017 16:00 WIB | Peristiwa | Editor: Rus Akbar
Diduga Korupsi Dana SPP Senilai Rp498 Juta, Mantan Bendahara UPK Siberut Utara...

Jaksa membawa mantan bendaharah UPK Siberut Utara ke LP Muara Padang. (foto: Kejaksaan Negeri Tuapeija)

TUAPEIJAT -Kejaksaan Negeri Tuapeijat menahan Elok Yuliana, mantan bendahara UPK Kecamatan Siberut Utara atas dugaan penyalahgunaan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) senilai Rp498 juta pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM) pada 2007-2014.


Elok Yuliana kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Negeri Tuapeijat hari ini Rabu, 7 Juni. Kerugian negara senilai Rp498 juta tersebut berdasarkan perhitungan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Mentawai.


"Benar kita sudah menahan EY selaku tersangka atas kasus penyalahgunaan PNPM Siberut Utara, dia datang ke Kejari sesuai surat panggilan dan saat ini sudah ditahan di LP Muaro Padang," kata Jovan Waruwu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tuapeijat pada, Rabu 7 Juni.


Penahan terhadap Elok Yuliana di LP Muaro Padang atas permintaan penyidik selama 20 hari ke depan. Jaksa menjelaskan penahanan terhadap EY sebetulnya dilakukan pada 31 Mei lalu, namun tersangka pada saat itu kesulitan untuk dihubungi. "Ini sudah panggilan kedua kita lakukan," jelas Jovan kepada Mentawaikita.


Jaksa menjelaskan kasus tersebut berawal adanya laporan fasilitator UPK Siberut Utara kepada Kejaksaan Negeri Tuapeijat sejak Februari 2015 lalu. Dalam laporan fasilitor tersebut bahwa ada temuan penyalahgunaan dana.


Diantaranya adalah adanya penyerahan uang Simpan Pinjam Perempuan (SPP) kepada kelompok masyarakat yang tidak terdaftar, kemudian tidak adanya koordinasi antara fasilitator dengan UPK soal pengelolaan keuangan PNPM tersebut, lalu soal laporan Spj fiktif yang diberikan ke BPMP-KB Mentawai.


Kemudian hal tersebut diributkan oleh fasilitator atas SPj yang tidak jelas, kemudian EY selaku bendara pada saat itu membuat surat pernyataan mengganti kerugian dengan mengganti dengan uang setiap bulanya selama 10 bulan, namun upaya untuk mencicil uang tersebut tidak dilakukan kemudian kasus tersebut ditindaklanjuti jaksa.


Terkait dengan apakah dana tersebut dinikmati untuk kepentingan sendiri oleh tersangka atau kelompok Jaksa belum bisa menjelaskan. "Yang jelas uang tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, soal kemana masih kita selidiki," kata Jaksa Jovan

Atas perbuatan tersangka Elok Yuliana dijerat pasal pasal 2 ayat(1) jo pasal 3 Undang-Undang tentang pemberantasan tidak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Patrisius Sanene)

  • Pin it
Komentar