SDN 13 Filial Desa Bulasat Kekurangan Fasilitas

10-03-2016 22:18 WIB | Remaja | Editor: ocha
SDN 13 Filial Desa Bulasat Kekurangan Fasilitas

Plt. Kepala Sekolah SDN 13 Filial Desa Bulsat, Lisbet Sirait sedang mengajar menulis dan mengeja huruf di kelas satu (Foto: Zulfikar)

MENTAWAI- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Filial, Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sampai saat ini belum mendapatkan buku panduan/bahan ajar.

Salah seorang guru kontrak SDN 13 Filial Bulasat, Wistinar Taileleu mengatakan sampai saat ini belum ada satupun baku panduan sebagai bahan ajar yang ia dapatkan. "Selain bangunan sekolah ini hanya memiliki tiga lokal serta dibangun secara swadaya, kami disini tidak ada mendapatkan buku panduan satupun," ujarnya.

Guru disini hanya ada tiga orang, satu kontrak dan dua orang lagi honorer, katanya.

Selain itu, Plt. Kepala Sekolah SDN 13 Filial, Lisbet Sirait mengatakan sekolah tersebut serba kekurangan. "Serba tidak ada disini, fasilitaspun tidak memadai. Kita berharap Pemerintah memperhatikan kita dan segera memberikan bantuan," ungkapnya.

Lisbet yang diangkat sebagai Plt. Kepala Sekolah SDN 13 Filial mengaku sudah melaporkan kekurangan tersebut ke Sekolah Induk. "Kita sengaja membangun sekolah filial karena jarak ke sekolah induk 5 KM. Disini hanya ada sampai kelas tiga. Dengan jumlah murid 29 orang," jelasnya.

Menurutnya, SDN 13 Filial sebelumnya menggunakan gedung gereja untuk belajar. "Awalnya kita belajar di gereja, karena gedung ini digunakan untuk Paud. Kepala Sekolah Induk meminta kita pindah ke sini, masyarakatpun menerima," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Sermon mengatakan sudah menyalurkan bantuan ke seluruh sekolah di Mentawai. "Kita sudah memberikan bantuan, baik itu guru ataupun keperluan lainnya. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk menyekolahkan anaknya, karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ungkapnya.

Menurutnya, sampai saat ini Mentawai masih kekurangan 300 orang guru. "Kemaren kita sudah mengangkat 700 orang guru kontrak. Kita akan siasati kekurangan yang ada secara bertahap," jelasnya.

(Zulfikar)

  • Pin it
Komentar