Lima Siswa SMAN 1 Siberut Tengah Ikuti Program Bidikmisi

18-05-2017 16:11 WIB | Pendidikan | Editor: Gerson Merari
Lima  Siswa SMAN 1 Siberut Tengah Ikuti Program Bidikmisi

Siswa SMAN di Mentawai mengikuti Ujian Nasional beberapa waktu yang lalu. (Foto:Dok)

SAIBI SAMUKOP-Sebanyak 5 Siswa SMAN 1 Siberut Tengah, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti tes program beasiswa Bidikmisi 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain 5 siswa tersebut, seorang siswa lagi dinyatakan lulus pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Padang.

Kepala SMAN 1 Siberut Tengah, Rafael Nyo Satoko mengatakan, semua siswa yang telah tamat sekolah tahun ini sebanyak 38 siswa didaftarkan secara online pada program beasiswa Bidikmisi dari pemerintah namun yang dinyatakan ikut hanya 5 siswa sebagai peserta tetapi siswa tersebut belum dipastikan mengikuti program tersebut sebab masih mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negari (SBMPTN)

"Kelima siswa ini akan lulus program Bidikmisi jika mereka juga lukus SBMPTN dan itu tiketnya yang dibawa mengikuti SBMPTN dan mereka masih mengikuti tes," katanya saat ditemui MentawaiKita.com di kantornya, Rabu (17/5).

Kelima siswa yang ikut seleksi program Bidikmisi itu yakni Nisman Johan Jay , Daud Aprilianus Samalinggai, Riyan Siantanu Sakeru, Adriani Sabetliakek dan Marjon.

Selain kelima siswa tersebut, Rafael menyebutkan, siswa yang didaftarkan di SNMPTN juga secara online sebanyak 11 siswa namun hanya seorang yang lulus yakni Lea Rosna di UNP Padang jurusan PGSD.

"Tahun ini siswa kita punya kesempatan untuk mendaftar di SNMPTN karena sekolah kita sudah terakreditasi B, memang tidak mudah masuk di perguruan tinggi negeri dan ketika lulus harus memanfaatkan kesempatan itu," ujarnya.

Setelah Lea Rosna dinyatakan lulus, sekolah aktif membantunya melakukan pendaftaran ulang secara online sampai proses perkuliahan dimulai.

Rafael berharap kepada Lea Rosna untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan benar-benar kuliah. "Kalau misalkan siswa kita yang lulus ini mengabaikan dan tidak masuk kuliah sekolah kita akan diblacklist dan kita tak akan punya kesempatan itu lagi, jadi harapan kita ini benar-benar dimanfaatkan," katanya.

Berita ini telah diperbaiki berdasarkan klarifikasi ulang dari Kepala SMAN 1 Siberut Tengah, Rafael Nyo Satoko pada Jumat (19/5) pukul 12.30 WIB

(Rinto Robertus Sanenek)

  • Pin it
Komentar