Klara, Atlet Mentawai Tanpa Sepatu itu Meraih Medali Emas pada O2SN Se-Sumbar

17-05-2017 10:48 WIB | Sosok | Editor: Gerson Merari
Klara, Atlet Mentawai Tanpa Sepatu itu Meraih Medali Emas pada O2SN Se-Sumbar

Klara, peraih medali emas cabang atletik pada O2SN Sumbar 2017. (Foto:Leo)

Rasa senang dan haru dirasakan Ersina Klara Sabebegen, siswa siswa kelas X SMKN 3 Mentawai itu berhasil meraih juara pertama dan memperoleh medali emas cabang atletik pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Padang pada 27-30 April.

Ersina yang lebih akrab dipanggil Klara berhasil menyingkirkan peserta lain dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumbar dan mengharumkan nama Mentawai. Selain meraih medali emas, atas prestasinya itu, Klara ditunjuk menjadi salah satu wakil dari Provinsi Sumatera Barat yang berlaga pada O2SN tingkat nasional akan di selenggarakan di Kota Medan, Sumatera Utara pada 2 September mendatang.

"Sangat senang dan terharu karena perjuangan saya, selama latihan tidak sia- sia, dan mengingat ada manfaatnya juga di waktu saya masih di SMP berjalan kaki selama tiga tahun," kata Klara kepadaMentawaiKita.com, Selasa (16/5)

Klara mengatakan, saat ia terjun pada kelas lari jarak pendek (sprint) 100 meter, siswa kelahiran 9 Agustus 1999 kelahiran Dusun Tiop, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya itu hanya meraih juara III.

Hasil kurang maksimal itu menurut Klara disebabkan sepatu yang dia pakai saat lomba, "karena saya pakai sepatu terasa berat dan tidak leluasa," ujarnya.

Merasa tidak dapat berlari cepat, Klara memutuskan melepas sepatunya saat berlomba di kelas lari jarak 800 meter. "Saya buka sepatu dan berlari tanpa alas kaki, bukan saya saja tapi ada juga dari peserta dari kabupaten lain yang ikut buka sepatu jadi saya tidak terlalu malu, dan saya berusaha meraih juara satu dengan lari 800 meter waktu 8 menit," ujuarnya.

Ia mengatakan pada cabang atletik ada 5 cabang olahraga yang diperlombakan yakni lari sprin 100 meter, lari 800 meter, lompat jauh, lempar lembing dan tolak peluru.

Dari akumulasi perhitungan nilai yang dilakukan juri, Klara dinyatakan juara I pada cabang atletik mengalahkan peserta dari 19 kabupaten/kota yang berlaga saat itu.

Meraih prestasi itu, kata Klara bukanlah hal mudah, sebelum berangkat ke Kota Padang tempat perlombaan digelar, ia telah berlatih serius selama seminggu jelang perlombaan.

"Saya dilatih oleh Pak Apdal tenaga pendidik di SMKN 3 Mentawai, latihannya tiap hari pulang sekolah, sekira pukul 14.00-17.00 WIB, latihannya berlari di pantai Mabolak dan di jalan Trans Mentawai Matobe-Sikakap," tuturnya.

Selain hasil berlatih, menurut Klara, alam telah menggembleng dirinya sejak kecil. Sejak kanak-kanak saat masih tinggal di kampung halamannya di Tiop, Desa Katurei, ia sudah terbiasa pergi ke sekolah dengan berjalan kaki hingga tamat di SDN 17 Muntei atau pergi ke ladang bersama orangtuanya.

Kemudian saat menyambung di SMPN 1 Pagai Utara Selatan, rumahnya yang terletak di Dusun Panatarat, Desa Matobe juga berjalan kaki ke sekolah yang berjarak sekira 20 kilometer ke sekolah yang berada di Dusun Hva.

"Saya bersama kakak di Dusun Panatarat, Desa Matobe sehari-harinya berjalan kaki ke sekolah dan pulang sekolah jarak tempuh pulang pergi sekira 20 kilometer selama tiga tahun, walau ada sesekali menumpang sepeda motor yang melintas, mungkin dengan situasi seperti itu saya berusaha berjalan ke sekolah agar tidak terlambat," katanya.

Kepada rekan-rekannya, Klara berpesan agar tidak mudah menyerah dan berlatih keras agar mendapat prestasi yang baik dan mampu mengharumkan Mentawai.

Klara juga berharap kepada Pemda Mentawai dan Pemprov Sumatera Barat agar memperhatikan pelajar dan pemuda terutama yang terlibat di bidang olahraga agar bibit olahragawan di daerah ini makin banyak dan mampu membangun daerah.

(Leo Marsen)

  • Pin it
Komentar