Supriyono Hidupi Keluarga dari Usaha Mebel

13-05-2017 16:45 WIB | Sosok | Editor: Gerson Merari
Supriyono Hidupi Keluarga dari Usaha Mebel

Supriyono mengetam kayu di bengkel miliknya. (Foto:Fadly)

SIPORA JAYA-Berangkat dari pengalaman bekerja di tempat mebel selama 2 tahun, Supriyono (34) memutuskan mendirikan usaha mebel sendiri pada 2012 di kediamannya yang berlokasi di SP1 Desa Sipora Jaya.

Usaha mebel milik Supriyono tersebut bermodal sendiri sebanyak Rp20 juta," dari pada saya kerja kepada orang terus lebih baik saya membuka usaha sendiri," kata Supriyono sambil mengetam kayu, Sabtu (13/5)

Namun membuka usaha mebel bukanlah pekerjaan gampang, pria kelahiran Kuryokalangan, Pati, Jawa Tengahini pernah jatuh bangun setelah usahanya berjalan selama 7 bulan. Tetapi berkat dukungan dari isti dan kedua anaknya, Supriyono bangkit lagi. Selain dibantu keluarganya supriyono juga dibantu 4 karyawannya.

Kayu yang digunakan mebel seperti lemari, kusen, pintu dan lainnya dari kayu yang berkualitas berupa meranti putih dan meranti merah .

Hasil pemasaran sebulan sekira Rp5 juta dari 1 kubik kayu. Kayu yang dibeli dari masyarakat atau aparat dihargai per kubik sekira Rp2,3 juta.

Kebanyakan mebel buatan Supriyono dijual kepada kantor pemerintahan dan masyarakat lokal. Menurut Supriyono, menjaga kualitas hasil karya merupakan hal utama sehingga untuk membuat mebel seperti 1 unit lemari, ia menghabiskan waktu selama 7 hari agar hasilnya bagus.

Ia mengaku tidak memiliki strategi khusus terkait pemasaran hasil produksi, ia juga tak menguasai cara menarik pelanggan. Menurut dia menjaga mutu hasil pekerjaan harus dijamin sehingga memuaskan pemakai itu. Dengan cara itu pelanggan tidak ragu memesan kepadanya.

Harga lemari 3 pintu berdasarkan kayu permintaan pelanggan sekira Rp3,5 juta, untuk lemari 2 pintu sekira Rp2,5 juta. "Sementara untuk harga kusen, tergantung kayu yang diminta oleh pelanggan, per lubang sekira Rp300 ribu, dan untuk pintu sekira Rp600 ribu.

(Yogi Al Fadly))

  • Pin it
Komentar