TNI dan Dinsos Mentawai Latih Ibu-ibu Berbasis Kelapa

20-04-2017 23:46 WIB | Ekonomi | Editor: Rus Akbar
TNI dan Dinsos Mentawai Latih Ibu-ibu Berbasis Kelapa

Sabun cair yang siap pakai. (foto: hendri)

MAIlEPPET- Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) berikan pelatihan peningkatan ekonomi kepada 20 ibu-ibu berupa produk keluarga berbasis kelapa yang bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai di kantor desa Maileppet.

Kapten Gunawan Ari Prabowo mengatakan pelatihan tersebut untuk peningkatan ekonomi keluarga khususnya bagi mereka yang tidak mampu dan ditinggalkan oleh suaminya. "Dengan ilmu yang didapat oleh ibu-ibu nanti bisa dikembangkan menjadi ekonomi dan bisa diterapkan kepada ibu-ibu lain yang tidak sempat hadir pada acara ini," katanya padaMentawaikita.com,Rabu (19/4/2017).

Baca juga: Pengerjaan Program TMMD Sudah Berjalan 75 persen

Kepala Desa Maileppet Nikman Sitiur mengharapkan pelatihan ini bisa menjadi motivasi penunjang ekonomi masyarakat dan bisa dikembangkan menjadi sebuah usaha. "Pelatihan ini tidak hanya sekedar selesai begitu saja, namun nanti bisa dikembangkan didaerah masing masing juga kepada ibu ibu tetangga lainnya," terangnya. Di Mentawai kelapa tumbuh sangat subur maka harus difungsikan karena bahan bakunya tidak sulit didapatkan. "Kita harus kembangkan sumber daya alam apa yang ada didaerah kita," tambahnya.

Baca juga: TNI Berjibaku Bedah Rumah, Pengobatan Gratis dan Perbaiki Jalan

Camat Siberut Selatan T. Lumban Raja menyampaikan ia merasa prihatin terhadap ibu-ibu yang sudah tua karena hanya dengan jualan kue demi untuk memperjuangkan anaknya. "Kalau dibandingkan makanan khas Mentawai itu sangat enak dan bergizi tinggi dan ada beberapa yang bisa dikembangkan baik itu membuat kue, keripik pisang dan makanan khas lainnya yang berbahan baku di Mentawai itu bisa menjadi peluang usaha tersendiri," ujarnya.

Ia mengharapkan kepada kepala Dinas Sosial Mentawai untuk membantu ibu yang ditinggal suaminya atau yang kurang mampu untuk memberikan peluang usaha yang akan dikembangkan nantinya tujuannya untuk meningkatkan prekonomian masyarakat Siberut.

Kepala bidang ekonomi Bapeda Mentawai Munir mengatakan, pelatihan pembuatan produk berbasis kelapa dan ikan serta pelabelan produk. Persoalan pemasaran produk sudah ada namun untuk saat ini mereka memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada ibu-ibu agar mereka bisa paham bagaimana cara membuatnya hingga pembuatan label.

"Jika para ibu ibu sudah paham, maka setelah acara pelatihan nanti selesai di rumah masing-masing bisa kembangkan dan hasilnya bisa digunakan untuk keluarga," katanya.

Jika ada ibu ibu yang berminat dan ingin membuat lebih banyak dan menjadikan sebagai sumber ekonomi dan usaha yang cocok maka dari pihak Bappeda Mentawai ikut mendukung dan membantu penjualan produk tersebut.

Hasnah Ulia dari Politeknik Atip Padang selaku pemateri dan praktek mengatakan pihaknya memberikan pelatihan cara pembuatan minyak VCO yang berbahan kelapa tua, pembuatan Nata De Ccoco, pembuatan sabun cair cuci piring, pembuatan sabun cream atau sabun colek, pembuatan sabun softener, resep nuket ikan tuna, resep saos tomat,resep HCO(Healt Coconut Oli).

"Jika ini dikembangkan nilai ekonominya sangat tinggi juga bertujuan untuk menghemat pengeluaran ibu-ibu dari pada harus membeli di toko yang nilai jualnya sangat mahal," katanya.

Sedangkan untuk tindak lanjut program ini tetap ada dan melihat kembali nanti hasilnya apa yang dikembangkan oleh ibu ibu. "Pelatihan ini tidak hanya sampai disini namun setelah ini acara ini kedepan tetap mau melakukan usaha ini dan ilmu yang didapatkan oleh ibu-ibu ini nanti bisa dibagikan kepada yang lain yang ada di desanya agar mereka juga paham dan mau membuat usahanya," pungkasnya.(Hendrikus Bentar)

  • Pin it
Komentar