Diduga Ilegal, Polisi Amankan 48 Ton Solar Tujuan ke Sikakap

19-04-2017 20:40 WIB Peristiwa
Diduga Ilegal, Polisi Amankan 48 Ton Solar Tujuan ke Sikakap

Kapal pengankut BBM diduga Ilegal diamankan polisi. (foto: istimewah)

PADANG-Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sumatera Barat berhasil menggagalkan penyeludupan Bahakan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 48 ton tanpa memiliki dokumen resmi perairan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang pada Rabu, (19/4/2017).

BBM tersebut dibawa oleh Kapal KM Lumba-lumba yang rencanya akan dibawa ke Sikakap. Polisi mengamankan Direktur PT Mitra Kaferindo berinisial E (47) dan Nahkoda Kapal AH (63) karna tidak mampu memperlihatkan dokumen serta surtat izin.

"Saat itu Ditpolair Polda Sumbar patroli di sepanjang perairan laut Kota Padang dengan kapal KP Parikesit-7009 dan ada satu kapal yang mencurigakan. Kemudian dilakukan pemeriksaan dan ternyata membawa BBM jenis solar," terang Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi.

Ketika petugas mencoba meminta surat izin serta dokumen dalam membawa BBM tersebut nahkoda kapal dan direktur PT Mitra Kaferindo tidak mampu memperlihatkan. BBM tersebut diduga illegal dan kedua pelaku dan barang bukti langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kita langsung mengiring kedua pelaku berikut barang bukti ke Markas Ditpolair untuk dilakukan pemeriksaaan intesif, dari pengakuan pelaku BBM itu digunakan untuk kebutuhan industri. Sedangkan dari hasil interogasi, pembeli BBM tersebut ada di Sikakap Kepulauan Mentawai," ujar Syamsi.

Syamsi mengungkap, pihaknya terus melakukan pengembangan dan penyelidikan dalam kasus penyeludupan BBM ilegal tersebut. Selain itu, dari total BBM solar yang dibawa pelaku ditafsir mencapai total Rp247 Juta. "Akan terus kita selidiki dan kembangkan terhadap dua pelaku dalam penyeludupan BBM ilegal ini. Sedangkan pelaku apabila terbukti akan dikenakan pasal 53 huruf b UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas jouncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman mancapai 10 tahun penjara," tutupnya, (Rus Akbar)

  • Pin it
Komentar