Formma dan IPPMEN Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan di Media Sosial

19-04-2017 15:43 WIB Peristiwa
Formma dan IPPMEN Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan di Media Sosial

Perwakilan mahasiswa Mentawai melaporkan akun atas nama Fitri Ananda ke Polda Sumbar, Rabu, 19 April 2017. (Foto: Rus Akbar)

PADANG -- Mahasiswa Kabupaten Kepeulauan Mentawai yang terdiri dari Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumatera Barat dan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mentawai (IPPMEN) minta pihak kepolisian usut tuntas kasus pelecehan di media sosial atas nama Fitri Ananda.

Kasus tersebut menyangkut persoalan Suku dan Agama, kata Ketua IPPMEN, Hendrikus Novianto, Rabu (19/04/2017).

"Kita berharap seluruh mahasiswa Mentawai bersatu menyelesaikan masalah ini, dan juga pihak kepolisian segera menyeleaikan kasus pelecehahan tersebut," ujarnya kepada mentawaikita.com.

Kita siap membantu pihak kepolisian menemukan posisi pelaku, kata Hendrikus.

Baca juga:Hina Orang Mentawai, Mahasiswa Laporkan Akun Fitri Ananda ke Polda Sumbar

Menurutnya, kasus itu sudah meresahkan masyarakat dan beberapa orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mentawai serta tokoh agama dan tokoh adat. "Kasus ini bukan lagi masuk ranah personal, secara tidak langsung sudah melibatkan masyarakat Mentawai keseluruhan," jelasnya.

Dikatakan Hendrikus, ini sudah menyangkut harga diri masyarakat Mentawai.

Dia menambahkan, laporan sudah diserahkan ke Polda Sumbar dengan nomor laporan LP/110/IV/2017-SPKT, tertanggal 19 April 2017.

Baca juga:Terkait Hinaan Akun Fitri Ananda, Ketua Formma Sumbar Minta Mahasiswa Mentawai Tak Terpancing Emosi

"Laporan sudah kita serahkan, kepada teman-teman, saya harap tidak usah memperdebatkan persoalan itu lagi di media sosial, karena akun Fitri Ananda itu belum jelas, bisa jadi akun tersebut disalahgunakan oleh orang lain," ungkapnya.

Pemilik akun Fitri Ananda, kata Hendri ini diduga melanggar UU ITE, Pasal 28 Ayat 2. "Ini menjadi pemebelajaran bagi kita semua, termasuk teman-teman mahasiswa dan juga masyarakat agar kedepan kita menjaga diri di media sosial dan tidak bicara sembarangan. Kita ambil hikmahnya terkait persoalan yang terjadi saat ini," ujar Hendrikus.

(Rus Akbar)

  • Pin it
Komentar