Status Kawasan Hutan Gua Legenda Siroigeroiget Belum Jelas

08-04-2017 11:46 WIB Travel
Status Kawasan Hutan Gua Legenda Siroigeroiget Belum Jelas

Gua Siroigeroiget di Saibi. (foto: istimewah)

SAIBI SAMUKOP-Meski belum terkelola menjadi tempat wisata, Pemerintah Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak mengetahui secara pasti status kawasan hutan tempat wisata alam Gua Legenda Siroigeroiget yang berada di Sipukpuk.

Sekretaris Kecamatan Siberut Tengah Jasti Onarelius mengatakan di Saibi Samukop sebagai pusat Kecamatan memiliki tempat wisata yang bagus seperti sumur dan Pantai di Sibuddaoinan dan Gua Siroigeroiget di Sipukpuk.

"Khusus Gua Siroigeroiget tempatnya memang masuk di hutan tapi status kawasannya apakah masuk kawasan hutan produksi dan sebagainya itu yang tidak kita tahu persisnya," katanya di kantor camat Siberut Tengah, Jumat (7/4/2017.

Namun untuk pengelolaan kedua tempat wisata tersebut, di jelaskan Jasti hanya Pemerintah Desa yang bisa melakukan itu. "Kemarin di Musrenbang Kecamatan kan pemerintah daerah mengalihkan pengelolaan gua itu ke desa soal jalan dan fasilitasnya kalau kita di kecamatan tetap ada dukungan itu dan kalau di Sibuddaoinanitu dinas pariwisata," ujarnya.

Sementara terkait status kawasan hutan di Gua Siroigeroiget menurut Ketua BPD Saibi Samukop Melki Sanenek, kawasan hutan di Gua Siroigeroiget statusnya masuk kawasan hutan lindung. "Kalau kita lihat dari zonanya tempat gua itu di kawasan hutan lindung," katanya.

Melki menyebutkan apapun statatus kawasan hutannya yang lebih penting bagaimana Gua Siroigeroiget itu dikelola jadi tempat wisata alam. "Apapun status kawasannya tetap bisa kita kelola, makanya lagi-lagi kekuatan kita dalam melakukan pengelolaan tempat-tempat wisata salah satu pendukungnya melalui Bumdes agar bisa jadi PAD kita," ujarnya.

Kepala Desa Saibi Samukop Binsar Saririkka mengatakan status kawasan hutan di Gua Siroigeroiget belum di ketahui dengan pasti. "Kita belum lihat petanya apakah di guo itu kawasan hutannya hutan produksi atau Areal Penggunaan Lain (APL)," katanya.

Namun soal pengelolaan Gua Siroigeroiget menurut Kades untuk tempat wisata diperlukan sebuah badan atau organisasi dalam mengelola tempat tersebut. "Kalau saja ada badan atau organisasi yang mengelola itu sangatlah bagus dan kita hanya mengucurkan anggarannya saja dan kalau kita langsung itu mungkin belum bisa kita bangun fasilitasnya karena anggarannya sangat besar yang sementara dana kita saja sekarang Rp1,3 miliar belum cukup, sebab digunakan untuk anggaran pada yang," ujarnya.

Kades berharap pemerintah daerah juga turun tangan berkontribusi dalam pengelolaan berupa pembagunan fasilitasnya seperti di Sibuddaoinan itu akan di bangun fasilitasnya oleh dinas pariwisata. "Harapan kita juga di bantu dari dinas sosial pengelolaan dan pembangunan fasilitas tempat wisata Gua Siroigeroiget," katanya. (Rinto Robertus Sanenek)

  • Pin it
Komentar