Disdik Mentawai Minta Kontraktor Pembangunan Asrama di Siberut Utara Tanggung Jawab

17-03-2017 11:47 WIB Pendidikan
Disdik Mentawai Minta Kontraktor Pembangunan Asrama di Siberut Utara Tanggung...

Sermon Sakerebau, Kepala Dinas Pendidikan Mentawai. (Foto: Patrisius Sanene)

TUAPEIJAT-Anggaran pembangunan asrama milik Pemda Mentawai yang dibongkar pekerja atau tukang di Komplek GKPM Sikabaluan, Siberut Utara sudah lunas dibayar Dinas Pendidikan Mentawai.

Kepala Dinas Pendidikan Mentawai, Sermon Sikaraja, mengatakan soal upah tukang tidak ada urusan lagi dengan Dinas Pendidikan. Karena itu tuntutan pekerja kepada Dinas Pendidikan itu salah, mestinya ke pihak rekanan karena upah tukang tidak lagi diurus Dinas Pendidikan.

"Karena bangunan itu sudah PHO atau serah terima, artinya semuanya sudah lunas, urusan upah tukang itu antara kontraktor dengan pihak pekerja lagi," katanya.

Terkait pembongkaran seng dan jendela yang dilakukan oleh pekerja bangunan tersebut mestinya tidak terjadi karena tindakan mereka sudah masuk pidana dengan tindakan pengrusakan atau pembongkaran barang yang bukan miliknya, jelas Sermon.

"Mestinya tindakan yang mereka lakukan itu sudah masuk pidana karena tindakan pengrusakan, kalau kami mau laporkan bisa saja, untuk tindak lanjutnya karena ini adalah masyarakatnya camat, melalui camat setempat kita menyuruh masyarakat itu memasang kembali bagian-bagian bangunan yang dibongkar," katanya.

Ia meminta kontraktor atau pihak rekanan segera membayarkan uang kepada pekerja atau tukang.

"Masalah upah tukang, kontraktor harus bayar, salah besar kalau masyarakat itu merusak aset negara, dan ini tidak dibenarkan, kalau kegiatan melibatkan masyarakat harus ada kesepakatan di atas materai, berapa orang yang dikerjakan, apa yang dikerjakan jadi ada bukti mereka menuntut jika tidak dibayarkan," jelas kata Sermon.

Diberitakan sebelumnya pekerja membongkar beberapa bagian bangunan asrama milik Pemda Mentawai yang ada di komplek GKPM Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara sebab menurut tukang, upah mereka belum dibayar oleh kontraktor setelah menunggu kepastian pembayaran upah sejak 2015 lalu.

(Patrisius Sanene)

  • Pin it
Komentar