Petani Sawah Saibi Samukop Butuh Irigasi

17-03-2017 11:16 WIB Peristiwa
Petani Sawah Saibi Samukop Butuh Irigasi

Foto dari atas areal persawahan di Dusun Sirilanggai Desa Malancan Siberut Utara, Mentawai. (Foto: Askurnis)

SAIBISAMUKOP-Areal persawahan di Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak memiliki saluran irigasi yang layak. Satu-satunya aliran air ke areal sawah hanya berupa parit sempit.

Sekretaris Kelompok Tani Persawahan Saibi Samukop, Letismas Saguruk, mengatakan pengairan sawah saat ini hanya dari parit satu jalur mengalirkan air dari perbukitan. "Pengairan sawah kami tergantung musim hujan, kalau lancar turun hujan, air lancar mengalir dan itupun tidak mampu mengairi sawah kami seluas 35 hektar," katanya di persawahan ketika mengecek pengairan sawah, 10 Maret lalu.

Letisman menyebutkan, jika memasuki musim kemarau pengairan sawah akan terhenti sehingga pertumbungan tanaman padi tidak bagus. "Dua minggu saja musim kemarau, air tidak mengalir dan mengendap di persawahan yang menyebabkan padi kita menguning dan solusinya tak ada hanya berharap segera turun hujan saja agar tanaman padi kita tidak sekarat," ujarnya.

Petani sawah di Saibi sudah berulang kali menyampaikan perlunya irigasi kepada pemerintah setempat namun hingga belum terealisasi.

"Rencananya tahun ini mau dibangun irigasi dan mudah-mudahan ini bisa menjawab masalah pengairan persawahan kita agar kita bisa lancar bersawah," ujarnya.

Senada dengan Letisman, Ketua Kelompok Tani Persawahan Saibi Samukop, Ishak Salakkau mengatakan pengairan sawah yang ada saat ini menjadi kendala berkembangnya pertanian sawah.

"Air dari tadah hujan ini yang jadi kendala kita, kalau kita punya irigasi mau musim kemarau atau hujan tidak jadi kendala, yang pasti tanaman padi kita makin bagus tumbuhnya," katanya.

Survei lokasi irigasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Mentawai membuat Ishak optimis irigasi akan dibangun tahun ini. "Kita sudah survei lokasi irigasinya bersama Dinas Pertanian dan sudah ketemu mata airnya 250 meter dari persawahan dan harapan kita secepatnya dibangun," ujarnya.

PPL Dispangpan Saibi Samukop, Bayu Pratama Adi Putra, mengatakan selain irigasi, pemerintah juga akan membangun jalan menuju lokasi persawahan dan Kantor UPT Dinas Pertanian.

Soal parit tadah hujan yang dikeluhkan warga, menurut Bayu karena jalurnya hanya satu. "Yang kita lihat paritnya hanya satu alur saja jadi warga harus membuat parit di samping sawah agar merata mengairi sawah dan ini sudah kita sampaikan ke warga," ujarnya.

Sementara padi yang menguning, juga bisa disebabkan faktor tanah persawahan, jelas Bayu. "Keasaman tanahnya sangat tinggi jadi itu bisa diantisipasi ketika parit pengairan sawah diperbanyak dan airnya menyebar bisa mengurangi keasamannya dan kalau sudah ada irigasi itu akan lebih baik," ujarnya.

(Rinto Robertus Sanene)

  • Pin it
Komentar