Pemda Mentawai Tidak Setujui Permohonan Izin Sawit PT. Darma Sawit Hutama

02-03-2017 11:44 WIB | Lingkungan | Editor: ocha
Pemda Mentawai Tidak Setujui Permohonan Izin Sawit PT. Darma Sawit Hutama

Kawasan Pasapuat, Pagai Utara difoto dari udara (Foto: Askurnis)

PADANG—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai atas nama Pejabat Bupati Syafrizal tidak menyetujui Permohonan Izin Prinsip dan Izin Lokasi Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Darma Sawit Hutama. Penolakan tersebut disampaikan melalui surat tertanggal 2 Maret 2017.

Dalam kopian surat yang dikirimkan kepada Mentawaikita.com, alasan penolakan karena Mentawai merupakan daerah kepulauan dan wilayah pesisir maka pengelolaan Mentawai harus berpedoman kepada UU No. 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil sebagaimana telah diubah dengan UU No. 1 Tahun 2014.

Karena pemanfaatannya diprioritaskan untuk kepentingan konservasi, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, budi daya laut, pariwisata, usaha perikanan dan kelautan serta industri perikanan secara lestari, pertanian organik, peternakan dan pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, RTRW Mentawai telah memperuntukkan Pulau Pagai Utara sebagai kawasan perkebunan berskala kecil dengan komoditas unggulan khas Mentawai, yaitu coklat, karet, cengkeh, pala, kelapa, nilam, manau dan komoditas lain yang tidak merusak alam dan lingkungan sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai hari ini Kamis, 2 Maret melayangkan surat tanggapan permohonan izin prinsip dan izin lokasi pembangunan perkebunan sawit seluas 15 ribu hektar di Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai kepada PT. Darma Sawit Hutama.

"Sawit itu tidak cocok di Mentawai karena Mentawai merupakan pulau-pulau kecil dan wilayah konservasi, penelitian budidaya laut. Pulau Pagai Utara tergolong pulau kecil dengan luas 383,08 km persegi atau kurang dari 2.000 km persegi," jelas Syafrizal kepada Mentawaikita.com, Kamis (2/3/2017).

(Patrisius Sanene)

  • Pin it
Komentar