Tampilkan Keberagaman Mentawai, YCMM Gelar Pentas Seni dan Budaya

19-12-2016 13:07 WIB Budaya Mentawai
Tampilkan Keberagaman Mentawai, YCMM Gelar Pentas Seni dan Budaya

Pembukaan dan peresmian acara pagelaran budaya. (foto: patrisius sanene)

TUAPEIJAT-Hari ini pagelaran seni, budaya dan lingkungan yang diselenggarakan oleh YCM Mentawai resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Desti Seminora di Hotel Jelita Kilometer 0 Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara.

Pada pagelaran pagelaran seni, budaya dan lingkungan yang dilakukan selama 2 hari 19-20 Desember dihadiri antusias oleh masyarakat dan undangan, tokoh masyarakat, budaya dari berbagai suku yakni Mentawai, Jawa, Minang, Batak dan Nias.

Tujuan dilaksanakan pagelaran seni, budaya dan lingkungan tersebut untuk memperluas gerakan peduli lingkungan dan budaya Mentawai serta menambah wawasan dan pemahaman publik terhadap budaya di Mentawai.

Pada kegiatan pagelaran seni, budaya dan lingkungan tersebut juga Yayasan Citra Mandiri Mentawai akan memberikan penghargaan dan apresiasi kepada tokoh-tokoh informal yang melakukan gerakan dan karya-karya untuk peduli budaya dan lingkungan Mentawai dimana sesuai dengan tema 'Mengpresiasi Karya Menghargai Budaya'.

Penganugraahn itu diberikan kepada Almarhum Pendeta Urlik Tatubeket, sebagai pahlawan lingkungan dan budaya Mentawai. Selester Saguruwjuw sebagai pejuang budaya dan lingkungan. Aimen Saogo, pejuang budaya dan lingkugan, Vincensius Ndraha, pejuang lingkungan, Esmat W. Sakulok, pejuang muda budaya.

Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumbar sebagai organisasi pejuang lingkungan, Lamau Gajeumak sebagai kelompok musisi Etnik Mentawai, Emil Kerei Sabaggalet sebagai musisi lingkungan dan budaya, Mateus Samalinggai sebagai musisi lingkungan dan budaya, Andar Hans Tasirileleu sebagai musisi lngkungan dan budaya. Almarhum Ray Mundus Sababalat sebagai musisi lingkungan.

Pada pagelaran seni budaya dan lingkungan tersebut juga akan dilaksanakan perlombaan lagu-lagu Mentawai yang dibuka untuk umum. Mentawai yang memilih budaya yang unik yang tergambar dari bagaimana mereka mengelola hidup dan kehidupannya dengan kondisi alam disekitarnya.

Namun saat ini semua kearifan nilai budaya itu saat ini mulai tergerus dengan berbagai faktor penyebabnya karena semakin menurunnya kepedulian dan gerakan-gerakan kesadaran publik untuk peduli dan mencintai budaya Mentawai.

Oleh karena itu YCM Mentawai perlu mengapresiasi karya dengan memberikan penghargaan mereka yang berjuang menyelamatkan budaya dan lingkungan kepada orang-orang dan atau kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini memberikan kontribusi melalui gerakan dan karya mereka untuk membangun kesadaran publik untuk mencintai budaya dan lingkungan Mentawai.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Desti Seminora sangat mengapresiasi kegiatan pagelaran budaya yang digelar YCM Mentawai hari ini dimana menurut Desti penghargaan dan apresiasi perlu diberikan kepada para pejuang budaya dan lingkungan.

"Kami sebagai pemerintah sangat apresiasi kegiatan pagelaran budaya hari ini sebagai mana kita tahu bahawa YCM Mentawai dari dulu sudah fokus dengan budaya, dan ini menjadi PR kami juga sebagai pemerintah untuk memberikan aprsiasi kepada para pejuang budaya dan lingkungan," kata Desti Seminora memberikan sambutan pada pembukaan.

Dengan keberagaman yang ada di Mentawai Desti juga mengajak semua elemen untuk saling menjaga keberagaman yang ada di Mentawai. "Keberagaman budaya adalah kekuatan kita untuk bersilahturami," kata Desti.

Untuk tahun 2017 mendatang pada pagelarang yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwata Mentawai berjanji akan mengajak YCM Mentawai untuk berkolaborasi menggelar acara pagelaran budaya di Mentawai.

Menurut Desti Mentawai yang hidup pada sector pariwisata, alamnya perlu dilestarikan. "Jika laut tercemar, daratan mengaami kerusakan dan abrasi mdal kita untuk kehidupan anak cucu kita sudah habis, saya mohon untuk kita sama sama melestariskannya, jangan tebang hutan sembarangan, dan jangan buang sampah sembarangan," kata Desti.

Desti juga menghimbau kepada generasi muda Mentawai untuk tidak malu menunjukan identitasnya sebagai orang Mentawai, karena melestarikan budaya Mentawai adalah tidak hanya tanggung jawab Pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama.

"Kami harapkan kita sebagai orang Mentawai dan generasi muda Mentawai jangan malu menjadi orang Mentawai, banggalah menjadi orang Mentawai, kita perlu juga melakukan apresiasi kepada para pejuang Mentawai, dan kami berterimakasi kepada YCM sudah menginisiasi kegiatan tersebut untuk memberikan penghargaan kapada para pejuang budaya dan lingkungan," kata Desti.

Sementara itu juga Wakil Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Indra Gunawan Sanene menambahkan dengan pagelaran budaya ini bersama bersilahturami untuk dan menjaga keberagaman di Mentawai. "Dengan momen ini kita semakin membangun budaya silahturami dan menciptakan keselarasan di Mentawai," kata Indra Gunawan pada sambutannya.(Patrisius Sanene).

  • Pin it
Komentar