Hendra dan Ashfihani Jadi Duta Wisata Mentawai 2016

30-10-2016 14:08 WIB | Peristiwa | Editor: Gerson Merari
Hendra dan Ashfihani Jadi Duta Wisata Mentawai 2016

Duta Wisata Mentawai 2016 terpilih Muhammad Hendra-Ashfihani Basnur.(Foto:Patrisius)

TUAPEIJAT- Muhammad Hendra-Ashfihani Basnur terpilih menjadi duta wisata Kabupaten Kepulauan Mentawai 2016 dalam ajang pemilihan "Siokkok Silange Mentawai" yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Mentawai selama 6 hari di Tuapeijat sejak Selasa, 25/10/2016

Pasangan Hendra dan Ashfilihani berhasil menyisihkan 9 finalis lainnya setelah mengumpulkan poin lebih tinggi berdasarkan penilaian juri. Pasangan ini dinilai juri memiliki intelektualitas, penampilan menarik dan perilaku yang lebih baik untuk menjadi duta wisata Mentawai 2016.

Pengumuman pemenang dilakukan pada grand final tadi malam 29/10/2016, 10 pasang finalis terlihat deg-degan ketika babak penobatan duta wisata Mentawai 2016.

Plt. Sekda Mentawai Syaiful Jannah dan Asisten I Seminar Siritoitet diberikan hak menjemput duta wisata terpilih sekaligus menobatkan yang disaksikan masyarakat yang hadir saat itu

Peserta juara kedua yang meraih Silange-Siokko Mentawai adalah Jonatan Evan dan Angela Merici Sirirui, keduanya menjadi Wakil 1 Silainge-Siokko Mentawai 2016. Disusul wakil II Jecky Nehendra dan Putri Ayu dan Harapan I diraih oleh Mespin Zulian dan Ridna Mayuni.

Pada ajang pemilihan tersebut, juara I mendapatkan hadiah berupa trofi dan uang tunai Rp10 juta, pemenang kedua mendapatkan trofi dan uang tunai Rp7,5 juta, selanjutnya juara III mendapat trofi dan uang tunai Rp5 juta serta harapan I mendapat tropi dan uang senilai Rp2,5 juta.

Kepala Disbudparpora Mentawai, Desti Seminora yang menjadi salah satu juri pemilihan duta wisata Mentawai mengatakan, penilaian duta didasarkan pada 3B yakni brain (intelektualalitas), beauty (kecantikan) dan behavior (tingkahlaku).

Menurutnya ini sangat penting sebab mereka akan diberi tanggungjawab melakukan tugas yang yang diprogramkan Dinas Pariwisata seperti melakukan pembinaan, pemberdayaan, kelompok sadar wisata.

"Kita akan ikut sertakan mereka dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD yang terkait dengan kelompok sadar wisata, peduli lingkungan, peduli sosial, budaya," kata Desti usai menggelar acara grand final duta wisata Mentawai 2015 di Pendopo pada Sabtu malam, 29/10/2016

Persyaratan 3B yang dimaksud Desti adalah seorang duta harus memiliki intelektualitas yang tinggi karena akan sering bertemu dengan orang banyak, sehingga diperlukan intelektualitas yang baik dalam memposisikan dirinya sebagai seorang duta.

Kemudian beauty salah satunya yang dinilai adalah penampilan menarik dan terpenting adalah dapat menampilkan diri dengan baik ke publik melalui kebersihan diri, kerapihan penampilan, dan tentunya senyum sebagai salah satu bahasa komunikasi yang penting untuk memberikan kesan baik pada orang lain.

Kemudia behavior, setiap duta wisata mengemban nama besar budaya yang diwakilinya, sehingga di manapun ia berada, ia harus menjaga perilakunya.

"Dengan terpilihnya mereka sudah mendapat pertimbangan dan memiliki Brain, Beauty, dan Behavior, kita harapkan kepada mereka menjadi duta pariwisata Mentawai, itu salah satu tugas mereka, mereka adalah perpanjangan tangan untuk Mentawai dalam hal mempromosikanpariwisata di lokal dan mancanegara," ujarnya.

Penilaian duta wisata menurut Desti telah memenuhi syarat. "Mereka memiliki wawasan kementawaian yang sangat baik terutama dalam hal budaya dan pariwisata, kita tidak hanya memerlukan tim untuk promosikan dari dalam lokal tapi juga kita dapat berkolaborasi dengan jaringan luar untuk mengembangkan kepariwisataan Mentawai ke depan baik di dalam lokal maupun mancanegara," katanya.

Usai pemilihan duta wisata, Hendra dan Ashfihani saat diwawancarai MentawaiKita.com kedua duta tersebut akan fokus memperjuangkan Mentawai tingkat provinsi dan berkomitmen membentuk kelompok sadar wisata.

"Pertama mempromosikan titik wisata Mentawai, akan membentuk kelompok duta setelah kita bentuk kita akan bekerja, dan memanfaatkan memanfaatkan media sosial untuk promosikan pariwisata Mentawai," kata Hendra, pria yang saat ini bekerja di Dinas Kesehatan Mentawai.

Menurut, Hendra ada kekurangan dan pembenahan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pariwisata Mentawai.

"Yang agak kurang itu adalah fasilitas, kita berkaca dulu di Pesisir Selatan kenapa pantainya tidak begitu bagus dan kalah saing dengan Mentawai tetapi terlihat pengelolaannya sangat bagus, itu yang harus kita perjuangkan dan kita usulkan untuk dapat difasilitasi oleh Pemda Mentawa sebagai salah satu penarik wisatawan untuk datang ke Mentawai," kata Hendra.

Salain itu Hendra juga ingin Mentawai memiliki produk suvenir kas Mentawai melalui kelompok masyarakat sadar wisata, karena pengalaman dia banyak orang yang ingin mencari souvenir kas Mentawai tetapi pusatnya belum ada.

Pendapat Ashfihani terhadap pembenahan pariwitasa Mentawai adalah dengan menerapkan menerapkan retribusi seperti parkir di lokasi objek wisata. "karena dengan retribusi itu bisa mendapatkan PAD, karena saat pertama ke Mentawai saya lihat masyarakat gratis menikmati pariwisata," kata Ashfihani mahasiswa asal Padang tersebut. (Patris Sanene).

  • Pin it
Komentar