Desa Sagulubbek Sejak Dulu Hingga Kini

03-05-2016 04:45 WIB Blog Warga Sergius Tasiriottoi Oleh :

Sergius Tasiriottoi

Secara geografis daerah ini terletak antara lain, sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia, sebelah utara berbatasan dengan Desa Simatalu Kecamatan Siberut Barat, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pasakiat Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya, dan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Matotonan dan Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan (south siberut).

Penghuni daerah tersebut berasal dari daerah SimataluKecamatan Siberut Barat (west siberut). Kelompok -- kelompok ini pertama mereka berdomisili ke daerah selatan bernama "Mansi " sekarang disebut Dusun Masi. Karena di daerah Masi makanan sangat kurang, mereka mencari daerah yang luas kearah utara untuk menanam Sagu (Metroxylon sagu) sebagai makanan pokok, dan karena tempat yang telah ditemukan merupakan daerah yang digenangi air di sepanjang daerah tersebut, sehingga terlebih dahulu mereka membuat perahu/sampan sebagai sarana transportasi sehari-hari kalau hendak bepergian.

Tanah yang digarap kemudian ditanami sagu, setelah sekian tahun sagu tersebut sudah dapat dipanen dan diolah untuk menjadi makanan pokok. Karena pada zaman dulu masih menggunakan alat-alat sederhana, dengan kesederhanaan pengelolaan sagu, sehingga hasil yang didapat sangat tidak baik untuk dikonsumsi, dan pada waktu mereka mengonsumsi sagumengakibatkan di bagian tubuh mereka timbul bintik-bintik merah dan membengkak kemudian pecah mengeluarkan nanah, penyakit ini dinamakan oleh masyarakat "Lubbek" yang artinya kudis.

Kelompok-kelompok masyarakat yang menghuni suatu tempat menyepakati memberi nama tempat itu dengan sebutan " Sagulubbek ". Dan kemudian agar daerah tersebut tetap aman dan teratur maka ditunjuklah salah satu dari mereka untuk menjadi pemimpin yang telah dihuni oleh sekelompok masyarakat, yang disebut kepala kampung.

Sebutankepala kampung sudah ada sebelum tahun 1983 dan sebutan ini berakhir tahun 1983. Sebelum tahun 1983 hanya dipimpin oleh kepala kampung dimana kelompok-kelompok tersebut terbagi atas beberapa suku, dimana setiap suku berkumpul dan tinggal bersama serta membangun rumah besar di tempat yang telah digarap oleh salah satu suku dalam lingkungan beberapa suku, setiap suku dipimpin oleh "SikebbukatUma/Rimata Uma". Aturan-aturan yang diterapkan oleh Kepala Kampung adalah hukum tidak tertulis yaitu hukum adat ( Adat Recht ) yang telah disepakati bersama-sama dari berbagai suku yang dikepalai Sikebbukat Umadari tiap suku.

Pada tahun 1983 hingga sekarang ini, Desa Sagulubbek berkedudukan sebagai Desa Sagulubbek Kecamatan Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai, desa ini dipimpin oleh kepala desaatau sudah terstruktur secara jelas. Desa Sagulubbek terdiri atas delapan dusun (Dusun Pupailiat, Dusun Pusaregat, Dusun Masi, Dusun Kaleak, Dusun Siribabag, Dusun Tepuk, Dusun Lumago, Dusun Mapinang), dengan luas wilayah 32.684 Ha. Dengan masuknya pemerintahan sehingga aturan yang berlaku terbagi dua aturan yaitu aturan adat dan aturan yang telah diatur dalam pemerintahan.

Di Desa Sagulubbek ada lima sekolah yang sederajat yaitu : 1. SDN.08 Sagulubbek, SD Swasta Dusun Masi, SD Swasta Dusun Mongan Tepuk, SD Swasta Dusun Siribabag, dan Swasta Dusun Mapinang.

Tujuan didirikannya sekolah swasta, agar anak-anak tidak lagi harus bersekolah di sekolah SDN 08 yang berada di pusat desa Sagulubbek karena jarak antar dusun dengan pusat Sekolah SDN 08 sangat jauh sekali, disamping itu untuk menempuh pusat desa harus melewati sungai, bukit dan daratan yang jaraknya sangat lama, dan ini tidak mungkin siswa/siswi tersebut untuk berjalan kaki tiap harinya, itupun belum tentu jalan bisa dijamin keamanannya bagi anak-anak usia SD. Dengan adanya sekolah swasta sehingga anak-anak yang berada di dusun yang jauh dapat sekolah ditempatnya sendiri.

SD N.08 Sagulubbek berdiri sudah sangat lama, siswa-siswi yang berminat belajar di sekolah tersebut masih tergolong banyak. Tapi tenaga pengajar di sekolah SDN 08 Sagulubbek masih kurang. Guru yang paling dominan adalah guru kontrak ataupun guru honorer.

SMP Sagulubbek berdiri 2014, dengan status SMP filial SMP Pasakiat Taileleu, kapan di desa Sagulubbek punya SMP sendiri atau berdiri sendiri? Dan tenaga pengajar yang adapun masih sedikit, sehingga guru merangkap mata pelajaran yang akan diajarkan.

Penghasilan utama masyarakat Desa Sagulubbek adalah kelapa, dan penghasilan tambahan adalah tanaman coklat dan nilam, dan disamping itu ada udang karang di waktu musimnya. Harga penjualan hasil tani yang ada di Desa Sagulubbek kurang stabil. Pasalnya, pada waktu harga hasil tani naik harga barangpun melonjak naik dan ketika harga hasil tani menurun harga barang tetap itu juga, jadi titik seimbang (ekuilibrium) jual beli tidak ada. Para pedagang selain mendapat keuntungan dari hasil jual tani, juga mendapat keuntungan dari hasil jual barang dagangannya yang sangat mahal.Keuntungan para pedagang adalah setengah dari harga barang.

Sejak daerah ini masi dibawah pimpinan kepala kampung, ketika masyarakat jatuh sakit masyarakat mendapat obat dari alam yang dianggap bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh mereka, dan yang mengobati atau memberi atau yang mencari obat biasanya adalah sikerei, dan kadangkalah selain sikerei, masyarakat biasa juga mengobati penyakit tetapi cuma penyakit yang ringan saja. Masyarakat dulu tidak mengenal adanya dokter atau tenaga medis ataupun tim kesehatan lainnya. Di tahun 2013 tenaga kesehatan sudah ada walaupun hanya dua orang saja, dibanding sebelum tahun 2013 tenaga kesehatan yang dikirim tidak menetap terlalu lama tinggal, lalu pulang lagi di tempat asalnya. Tapi sekarang sudah adalah walaupun hanya beberapa orang saja.

Dengan adanya akses jalan yang menjadi penghubung antar dusun sehingga memudahkan rutinitas masyarakat dalam proses pengangkutan hasil tani masyarakat untuk dijual maupun pengangkutan kebutuhan makanan sehari-hari masyarakat seperti pisang, keladi, sayur-sayuran, dan padi. Dan selain itu kegiatan dalam pemerintahan desa dapat berjalan dengan lancar dalam segala aspek kegiatan di dusun lainnya. Namun pembagunan akses jalan masih terus berjalan hingga sekarang, begitu juga dengan aspek kesehatan, maupun pendidikan, dapat berjalan dengan baik karena akses jalan sudah terbangun.

Dari beberapa aspek yang telah diuraikan, maka lama sekali Desa Sagulubbek bisa maju dibandingkan di desa-desa lain yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Karena banyak faktor yang sangat mempengaruhi majunya Desa ini, seperti lokasi desa yang jauh, harga barang yang sangat mahal, rendahnya harga hasil tani, akses jalan yang masih dalam proses pembangunan yang berlanjut, untuk dihubungkan dengan antar desa maupun kecamatan desa itu sendiri dengan kecamatan lainnya, sekolah yang ada di Desa Sagulubbek masih tingkat SD, minimnya tamatan sarjana yang dihasilkan tiap tahunnya.

Sekolah yang dibuat atau didirikan dengan beragam status sekolah, infrastruktur jalan dibangun yang masih dalam proses, tenaga kesehatan yang masih kurang, berbagai macam latar belakang hidup masyarakat yang memprihatinkan, harga jual tani yang rendah, harga barang yang selalu naik atau kurang stabil, jarak daerah yang begitu jauh di pusat kecamatan maupun kabupaten, dan beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat disuatu tempat tersebut khususnya Desa Sagulubbek Kecamatan Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai.

  • Pin it
Komentar
Berita Lainnya