Jalan Poros Rusak, Warga Pagai Selatan Tak Bisa Angkut Hasil Bumi

07-11-2018 14:43 WIB | Peristiwa | Reporter: Leo Marsen | Editor: Gerson M Saleleubaja
Jalan Poros Rusak, Warga  Pagai Selatan Tak Bisa Angkut Hasil Bumi

Jalan poros Pagai Selatan di KM 13 yang berlumpur (Foto : Leo/mentawaikita.com)

BULASATWarga Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperbaiki jalan poros Pagai Selatan mulai dari KM 0 sampai KM 37. Kondisi jalan tersebut sudah banyak yang rusak dan berlumpur yang menyebabkan hasil bumi dari daerah tersebut tidak bisa diangkut ke Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap.

Elvinus Saogo, salah seorang pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bulasat Kecamatan Pagai Selatan mengatakan, gara-gara jalan rusak dan berlumpur, mobil angkutan milik Bumdes berupa L 300 bantuan dari Pemkab Mentawai pada 2017 tidak beroperasi selama 2 bulan.

"Sekira dua bulan tidak beroperasi karena kondisi jalan poros sudah tak layak lagi dilintasi sudah banyak yang rusak dan berlumpur di beberapa titik sepanjang 37 kilometer dari km 0- km 37 daripada mobil rusak lebih baik stop dulu beroperasi," katanya kepada Mentawaikita.com, Jumat (2/11/2018).

Padahal mobil Bumdes Mugalai Simaron Bulasat tersebut, kata Elvinus merupakan alat angkutan hasil pertanian warga seperti pisang, jengkol, petai dan sebagainya. Trayek mobil itu meliputi pemukiman hunian tetap (huntap) Desa Bulasat -Desa Malakopa hingga Dusun Polaga Desa Sikakap sebagai daerah penjualan.

Feryanto, salah seorang penampung hasil kebun warga Dusun Sabbiret Desa Malakopa menyebutkan, jalan itu sangat penting sebab tiap 2 hari sekali dia mesti mengantarkan hasil pertanian ke kapal KMP Gambolo di Sikakap.

Namun karena kondisi jalan sulit dilintasi, Feryanto memutuskan berhenti menampung hasil kebun masyarakat. "Secara ekonomi saya tidak terlalu rugi karena mobil saya tidak jalan, tetapi kasihan kita kepada masyarakat karena hasil kebun mereka tidak terjual, bukan saja saya salah satu penampung yang tidak beli, juga sama penampung lainnya," jelasnya.

Kepala Desa Bulasat Kecamatan Pagai Selatan, Firman Saogo prihatin melihat kondisi jalan tersebut sebab gara-gara jalan rusak pengangkutan hasil kebun masyarakat tidak jalan. "Roda ekonomi terhambat karena akses jalan poros Pagai Selatan rusak," ujarnya.

Saat ini jalan tersebut hanya bisa dilewati sepeda motor namun rawan kecelakaan sebab badan jalan sudah bercampur dengan lumpur. Pemerintah Desa Bulasat berharap pemerintah segera memperbaiki jalan itu sebab menjadi jalan utama yang dilewati warga dari 4 desa yang ada di Kecamatan Pagai Selatan.

  • Pin it
Komentar