Guru Profesional di Siberut Tengah Baru 24 Orang

05-11-2018 22:12 WIB | Pendidikan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson M Saleleubaja
Guru Profesional di Siberut Tengah Baru 24 Orang

Murid SDN 01 Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah mengangkut bangku ke sekolah baru (Foto : Rinto/mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP—Sebanyak 24 guru di Kecamatan Siberut Tengah telah mendapat sertifikat pendidik untuk tenaga pendidik profesional. Jumlah tersebut terbilang sedikit jika dibandingkan jumlah seluruh guru yang ada di kecamatan itu yakni 150 orang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil sebanyak 60 orang, guru kontrak sebanyak 41 orang dan honor sebanyak 49 orang yang tersebar di 7 SD dan 2 SMP

Pengawas Sekolah TK/SD, SMP kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Siberut Tengah, Parmenas Sakeru mengatakan, guru yang telah tersertifikasi berasal dari SDN 10 Cimpungan 1 orang, SDN 13 Cimpungan 2 orang termasuk kepala sekolahnya, SDN 01 Saibi Samukop 3 orang termasuk juga kepala sekolah, SDN 03 Saibi Samukop 1 orang, SDN 20 Saibi Samukop 4 orang termasuk kepsek.

Selain itu SDN 16 Saliguma 6 orang termasuk kepsek, SDN 10 Saliguma 4 orang dengan kepsek, SMPN 1 Siberut Tengah 1 orang dan SMPN 2 Siberut Tengah 2 orang.

"Guru yang sudah tersertifikasi ini berstatus Pegawai Negeri Sipil sementara yang non PNS belum ada yang ikut sertifikasi," katanya kepada MentawaiKita .com di kantor UPTD Siberut Tengah, Senin (5/11/2018).

Syarat ikut ujian sertifikasi, kata Parmenas dari PNS dan Non PNS lama bertugas di sekolah minimal 6 tahun dan pendidikan Strata 1 (S1). "Kalau sudah terpenuhi syarat itu boleh ikut tes sertifikasi, tapi sekarang meski sudah memenuhi syarat ada jalur terbaru lagi seorang guru mesti ikut pelatihan Profesi Guru (PPG) kemudian baru mendaftarkan diri untuk ikut tes," ujarnya.

Peserta yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan identitas secara online, setelah nama peserta keluar baru bisa ikut ujian sertifikasi yang juga secara online.

Bagi yang belum lulus dapat mengulang kembali untuk ikut ujian seritfikasi, "kalau dulu 3 kali ikut dan tidak lulus tidak bisa lagi ikut ujian tapi sekarang kita belum tahu berapa kali nanti boleh ikut ujian, namun setiap guru sekarang ini diharuskan memiliki sertifikat pendidik melalui tes atau ujian sertifikasi," ujarnya.

Pemilik sertifikat pendidik untuk tenaga pendidik profesional berhak mendapatkan tunjangan prooesi guru sebesar gaji pokok per bulan bagi PNS dan Non PNS gaji per bulan ditambah Rp1,5 juta dari sebelumnya.

"Standarnya kita yang sudah sertifikasi ini kinerja kita dituntut lebih lagi dari guru yang belum tersertifikasi, jadi misalnya dalam satu sekolah ada guru yang sudah lulus sertifikasi peningkatan kinerjanya yang lebih itu diikuti guru lainnya yang belum sertifikasi, jadi sertifikasi ini diharuskan bagi seorang guru pendidik," jelas Parmenas.

Elsa Prianus Sageileppak, salah seorang Guru PNS SDN 10 Saliguma yang sudah tersertifikasi mengaku ikut sertifikasi sejak 3 tahun lalu. Ia mengikuti ujian sebanyak 2 kali dan lulus pada 2016.

"Ikut sertifikasi ini sangatlah penting dan diharuskan bagi kita sebagai guru, penghasilan kita bisa bertambah dan keterampilan kita, yang utama bagaimana kita jadi guru yang profesional dan ini juga untuk sekolah dan diri kita sendiri," katanya.

  • Pin it
Komentar