FPM 2018 Resmi Ditutup, Pendapatan Masyarakat Rp400 Juta

05-11-2018 10:37 WIB | Peristiwa | Reporter: Rus Akbar | Editor: Gerson M Saleleubaja
FPM 2018 Resmi Ditutup, Pendapatan Masyarakat Rp400 Juta

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai, Desti Seminora (kiri0 dan Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet (kanan) dalam konferensi pers kepada wartawan. (Foto : Rus/mentawaikita.com)

MUNTEI-Festival Pesona Mentawai (FPM) 2018 yang dilaksanakan di dua titik, Desa Muntei dan Maileppet dari 1-4 November 2018 resmi ditutup Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet bersama Ketua DPRD Mentawai, Minggu (4/11/2018).

"Kegiatan ini sukses terhadap dampak ekonomi, peningkatan keyakinan terhadap budaya kita semakin berkembang mulai dari anak-anak sampai dewasa, ini suatu hal yang menggembirakan. Budaya itu harus bergerak, diisi, dikembangkan supaya berguna bagi sipemilik budaya itu sendiri inilah sarananya inilah saatnya kita menampilkan bentuk budaya kita," katanya, Minggu (4/11/2018)

Budaya tidak sekedar hanya penampilan yang paling penting dari sisi keberadaan sebagai orang Mentawai itu yang paling penting. "Kalau bicara soal gajeumak kita bicara Mentawai, jaraik bicara soal Mentawai, sabok kita bicara Mentawai dan lain-lain itulah eksistensi Kabupaten Kepulauan Mentawai itulah keberadaan orang-orang Mentawai di dunia, kalau ini punah, luntur, tidak ada lagi lalu Mentawai tinggal di peta tinggal cerita Mentawai hakikatnya tidak ada lagi," tambahnya.

Yudas menyebutkan, uang banyak bisa dicari tapi nilai budaya yang dimiliki, kembangkan tidak bisa digambarkan dengan uang. "Bawasannya berdampak ekonomi itu yang kita harapkan dampak ganda, dampak positif yang lain untuk iven kegiatan ini," terangnya.

Ketua DPRD Mentawai Yosep Sarogdok mengatakan FPM tidak hanya saat ini, dia berharap ke depan lebih banyak lagi yang hadir, lebih banyak peserta baik itu di Siberut maupun Sipora dan Pagi Utara Selatan.

"Kita evaluasi, kita perbaiki supaya kesalahan yang sudah dilakukan tidak terjadi lagi dikemudian hari, DPRD sangat mendukung yang akan dilakukan tentu FPM ke depan tentunya persetujuan kita DPRD dan bupati soal anggaran festival, ke depan mudah-mudahan anggaran festival bisa kita laksanakan," ujarnya.

Bicara promosi wisata dan budaya tergantung kesiapan menerima tamu-tamu tapi kalau belum siap apa yang dipromosikan. "Bicara budaya Mentawai semua tidak terlepas lingkungan dan alam mari kita lestarikan budaya Mentawai, kita lestarikan alam supaya keindahan Mentawai tidak rusak maka dengan itu turis-turis asing, masyarakat luar akan tetap berkunjung di Kepulauan Mentawai," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Desti Seminora mengatakan pihaknya sudah menghitung setiap stan yang ada. "Minimal satu stan Rp3 juta per hari, 10 stan saja satu hari dari pada stan Rp30 juta, lima hari 150 juta hanya di tempat ini, ada juga di Maileppet untuk usaha pariwisata diangka Rp400 juta selama empat hari penyelenggaraan FPM," katanya.

Nyata sekali bahwa pelaksanaan festival memberikan multiplayer efek masyarakat yang ada di Kecamatan Siberut Selatan, tentu saja bukan saja masyarakat Siberut Selatan mulai dari Padang sampai di Mentawai.

"Mentawai Fast pergi dan pulang tidak ada tiket, semua mendapatkan manfaat pelaksanaan festival, tahun depan mohon kepada ketua dewan menganggarkan kembali untuk pelaksanaan festival, tahun 2019 festival dapat memberikan berkembang usaha pariwisata di daerah pariwisata, penyangga dan kungjungan pertama," tutupnya.

Malam penutupan ini langsung diserahkan seluruh hadiah perlombaan yang diadakan diacara FPM, mulai dari manai utek, fashion budaya mentawai, selaju sampan, lomba panahan, solo song, menciptakan lagu Mentawai serta lomba foto. Acara penutupan tersebut dilakukan di lapangan sepak bola di Desa Muntei.

  • Pin it
Komentar