Murid SDN 12 Muntei Manfaatkan Ajang FPM 2018 Mengenal Budaya Mentawai

03-11-2018 12:39 WIB | Pendidikan | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: Gerson M Saleleubaja
Murid SDN 12 Muntei Manfaatkan Ajang FPM 2018 Mengenal Budaya Mentawai

Murid SDN 12 Muntei tanya jawab dengan penjaga stan pada Festival Pesona Mentawai 2018. (Foto : Rus/mentawaikita.com)

MUNTEI—Puluhan siswa SDN 12 Muntei, Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan memanfaatkan iven Festival Pesona Mentawai (FPM) 2018 yang dilaksanakan di lapangan bola kaki Desa Muntei untuk mengenal hal-hal budaya dan tradisi Mentawai yang dipamerkan dalam stan serta cara berkomunikasi dengan orang lain.

"Kita melihat dan bertanya apa yang ada di dalam pondok-pondok jualan dalam pesona Mentawai," kata Maikel, salah seorang murid SDN 12 Muntei pada Mentawaikita.com, Sabtu (3/11/2018).

Murid-murid tersebut menanyakan kegunaan barang-barang yang dijual dalam stan dan apa saja yang dijual saat festival berlangsung. Dari observasi tersebut kemudian mereka tuliskan.

"Apa yang kita lihat kita catat dalam catatan kita. Nanti kita kumpulkan dan bahas bersama," kata Feni, murid lain.

Darwin, guru pendamping murid SDN 12 Muntei mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pendidikan literasi bagi siswa disekolah. Pelaksanaan pendidikan literasi dilakukan dalam bentuk interaksi siswa dengan masyarakat yang ada di luar sekolah dan lingkungan masyarakat.

"Kebetulan ada iven pesona Mentawai maka kita arahkan siswa ke sini untuk melihat dan bertanya apa yang mereka lihat di setiap stan yang ada, " katanya.

Selain bertanya apa yang mereka lihat, dalam kegiatan ini juga siswa dapat mengenal apa-apa yang menjadi kreatifitas masyarakat dalam iven pesona Mentawai. "Termasuk cara mereka berkomunikasi dengan pemilik stan," katanya.

Terkait dengan laporan yang mereka buat, kata Darwin belum ditetapkan, hanya saja yang paling penting mengasah pelajar untuk berkomunikasi dan mengetahui apa yang ada di lingkungannya.

"Kita juga pernah membawa mereka ke pustu dan ke tempat lainnya dengan hanya mengarahkan tempat dan mengarahkan apa yang mesti mereka lihat dan tanya," katanya.

Setelah melakukan kunjungan lapangan, semua siswa akan dikumpulkan dan akan mendiskusikan apa yang mereka peroleh dari lapangan dan membuatkan secara bersama dalam bentuk laporan.

"Untuk membuat laporannya dalam bahasa Indonesia yang baik kita buat secara bersama-sama, " katanya.

Pada hari ketiga pelaksanaan FPM 2018 terdapat 16 unit stan yang dibuat dan diisi oleh masing-masing kecamatan, kelompok masyarakat dan lembaga. Terdapat stan Kecamatan Siberut Selatan, Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Tengah dan Siberut Barat Daya, SMAN 1 Siberut Selatan, Bajak Letcu, KUB Toroiji, PKBM Kelompok Usaha Mandiri serta kelompok organisasi masyarakat di Desa Muntei

  • Pin it
Komentar