Tarsan Samaloisa : Jalan antar Dusun Prioritas Pembangunan

26-10-2018 21:12 WIB | Sosok | Reporter: Leo Marsen | Editor: Gerson M Saleleubaja
Tarsan Samaloisa : Jalan antar Dusun Prioritas Pembangunan

Perjalanan Tarsan Samaloisa (kanan) ke Desa Sinaka menggunakan perahu mesin. (Foto : Dok.linimasa Tarsan)

SINAKA--Sebagai daerah yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami Mentawai pada 2010, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan kehilangan banyak infrastruktur karena tersapu air laut. Delapan tahun musibah itu berlalu, Pemerintah Desa Sinaka tahap demi tahap mulai memperbaiki sejumlah infrastruktur terutama jalan yang menghubungkan antara satu dusun dengan dusun lain di desa itu.

Tarsan Samaloisa, Kepala Desa Sinaka yang kembali terpilih mengomandoi desa Sinaka tepatnya Juni 2018 untuk kedua kalinya yakni periode 2018-2024 berniat memprioritaskan pembangunan jalan sebagai program utama di desanya. Pada jabatan periode pertama, Tarsan menjabat mulai 2011-2016.

Selain jalan, tahap demi tahap juga dirinya juga melakukan perbaikan dari sisi ekonomi terutama pertanian agar penduduk di desa yang terdiri dari 11 dusun tersebut bangkit dari keterpurukan ekonomi yang mereka alami pasca bencana tersebut.

Apa saja yang dilakukan untuk memajukan Desa Sinaka, berikut petikan wawancara antara wartawan Mentawaikita.com, Leo Marsen dengan Tarsan Samaloisa, Kamis, 25 Oktober lalu.

Apa prioritas pembangunan Anda selama menjabat sebagai kepala desa?

Saya akan membuka jalan antar dusun yang berjumlah 11 dusun di wilayah Desa Sinaka yang terdiri dari Dusun Aban baga, Bubuget, Matobat, Boriai, Kosai Bagat Sagai, Kosai Baru, Sinaka Korit buah, Matotonan, Mangka Ulu, Mangka Baga dan Mabolak.

Selain itu, saya ingin melakukan penetaan pemukiman warga yang lebih rapi dan baik sembari memperjuangkan penyediaan air bersih dan penerangan.

Tentu belum semua dusun tersentuh pembangunan karena wilayah Desa Sinaka cukup luas, selain itu transportasi yang diandalkan hanya jalur laut dengan perahu bot.

Diantara dusun yang belum dibuka jalan penghubung dusun yaitu Dusun Matotonan-Mangka Ulu, Mangka Ulu-Mangka Baga sepanjang 3,4 km. Sementara dusun lain sudah dilakukan pembukaan jalan dengan lebar 5 meter tetapi belum semua dicor beton yakni Bagat Sagai-Kosai Baru sepanjang 3,4 km.

Jika akses jalan penghubung dusun semua sudah terhubung, ekonomi masyarakat akan ada perubahan, minimal masyarakat untuk berobat ke Polindes (Poliklinik desa) atau Puskesdes (pusat kesehatan desa) terdekat terjangkau, dan sebaliknya tenaga kesehatan turun lapangan sudah lumayan mudah dibanding dengan jalur laut dengan perahu bot.

Selain infrastruktur fisik, bagaimana Bumdes Sinaka sendiri?

Soal Bumdes Sinaka sudah dirancang, yang dibutuhkan Bumdes untuk transportasi atau angkutan adalah satu unit kapal laut sebab butuh untuk angkut ikan laut, dan hasil kebun masyarakat seperti pisang, jengkol dan sebagainya. Hasil alam itu nantinya diangkut ke Sikakap. Jika mobil belum saatnya sebab di Desa Sinaka belum ada jalan darat yang terkoneksi, kita masih mengandalkan jalur laut.

Membangun Jalan dan fasilitas lain butuh dana, apakah dana APBDes mencukupi?

Program proritas jalan dan jembatan penghubung dusun tentu bersumber dari APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa).

Sementara pembangunan air bersih dan penerangan, dananya kita minta ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai melalui proposal. Untuk air diajukan kepada pengelola program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Untuk pelaksanaan di lapangan nanti, kita akan melibatkan swadaya masyarakat dengan bergotongroyong. Misalnya pada saat pembukaan jalan kita libatkan pemilik lahan dan tokoh masyarakat pemuka agama dan kepala dusun.

Mudah-mudahan pada tahun 2019 mulai program prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) selama enam tahun terlaksana. Pada tahun ini saya masih melanjutkan program yang telah dirancang pejabat kepala desa Saudara Rasyid. Tahun depan baru masuk program berdasarkan acuan program RPJMDes Sinaka.

Bagaimana dukungan staf yang Anda miliki, apakah akan ada pergantian?

Pada tahun ini belum ada, kita tunggu selesai pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada tahun depan sekira Mei atau Juni.

Saat itu nanti sekaligus pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang baru, nanti kinerja staf yang ada dilihat kinerja. Jika masih mendukung tentu saya pertahankan tapi jika tidak diganti, akan banyak pertimbangan yang diambil.

Selama Anda menjalankan periode jabatan sebelumnya, apa saja yang telah dibangun? Sebenarnya ada beberapa item program salah satunya seperti buka jalan antar dusun, cor beton dan yang paling berkesan adalah kantor pelayanan publik Desa Sinaka yang berlokasi di dusun Matobat di atas lahan seluas 60 x 150 meter yang telah menjadi aset desa karena dibeli dengan dana desa. Kemudian pembangunan kantor desa yang baru, kantor BPD dan gedung perpustakaan. Itu menjadi aset desa yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kenapa Anda memilih lokasi pembangunan kantor pelayanan publik desa di Dusun Matobat?

Melihat kondisi geografis di wilayah Desa Sinaka cukup luas, apa lagi transportasi andalan jalur laut jika dibangun di lokasi lama di pulau Sinaka. Jika di sana nanti masyarakat akan kesulitan ke kantor desa sebab harus menaiki perahu jika ada urusan ke kantor desa.

Untuk itu saya ambil titik tengah yang memiliki posisi strategis sehingga lebih mudah dijangkau dari dusun-dusun dengan cukup naik sepeda motor tanpa harus memakai perahu mesin.

Apa dukungan yang Anda butuhkan dari masyarakat Sinaka?

Masyarakat Desa Sinaka perlu menjaga ketenteraman pembangunan yang ada di daerah kita, dan mengimbau kepada pemilik lahan untuk menghibahkan lahannya jika ada pembangunan jalan penghubung dusun .

Apa harapan kepada Pemkab Mentawai?

Desa Sinaka masih minim pembangunan dan butuh jaringan telekomunikasi dan air bersih. Selain itu belum ada penerangan listrik dan pelabuhan kapal di Boriai. Dari sisi sekolah, kita masih kekurangan guru PNS dan perumahan dinas sehingga kita berharap pemerintah mau melengkapi yang masih kurang

  • Pin it
Komentar