SMAN 1 Siberut Utara Dapat Bantuan RKB dari APBN

29-09-2018 12:41 WIB | Pendidikan | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: ocha
SMAN 1 Siberut Utara Dapat Bantuan RKB dari APBN

Plang pengumuman pembangunan ruang kelas baru di SMAN 1 Siberut Utara Kepulauan Mentawai. (Foto: bambang Sagurung/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN--SMAN 1 Siberut Utara mendapat bantuan pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) dua lokal dari pemerintah pusat yang didanai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2018 sebesar Rp583 juta.

"Bangunannya lengkap dengan meja, kursi untuk siswa dan guru serta papan tulis serta lemari, " kata Paulus Sikaraja, Kepala SMAN 1 Siberut Utara pada Mentawaikita.com, Jumat, 28 September 2018.

Dikatakan Paulus, dengan adanya bantuan dua lokal dari pemerintah pusat akan dapat membantu terselenggaranya proses belajar mengajar untuk satu shif pada tahun ajaran 2019/2020 mendatang karena proses belajar mengajar yang dilakukan tahun ajaran 2018/2019 dilakukan dua shif karena minimnya jumlah lokal.

"Karena jumlah lokal yang tersedia dan layak pakai terbatas sehingga kita lakukan prosea belajar mengajar dua shif, " katanya.

Dengan dua shif proses belajar mengajar, untuk masuk pagi kelas XI dan XII sementara kelas X masuk siang. Untuk kelas X sebanyak 5 rombongan belajar, kelas XI lima rombongan belajar dan kelas XII lima rombongan belajar.

"Lokal yang tersedia hanya 14 lokal sementara rombongan belajar semuanya ada 15 rombongan belajar, " katanya.

Tahun depan, SMAN 1 Siberut Utara mengajukan proposal pembangunan dua unit lokal serta ruang majelis guru pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Karena bangunan ruang majelis guru yang ada sudah tidak layak pakai dan tidak dapat menampung majelis guru yang ada di SMAN 1 Siberut Utara.

"Ruang majelis guru itu sebenarnya lokal, tapi karena belum ada ruang guru terpaksa itu kita pakai dan kondisinya sudah tidak layak pakai," kata Paulus.

Dikatakan Paulus, pembangunan swakelola tahun ini merupakan bangunan tahun terakhir yang dikelola sekolah secara langsung dalam bentuk swakelola.

"Untuk tahun ini merupakan tahun terakhir sekolah mengelola pembangunan secara swakelolah, untuk tahun depan pembangunan sudah ditangani Dinas PUPR dan sekolah menerima kunci pintu setelah bangunan selesai, " katanya.

  • Pin it
Komentar