Sungai dan Parit Jadi Tempat Pembuangan Sampah di Saibi Samukop

22-09-2018 01:23 WIB | Lingkungan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson M Saleleubaja
Sungai dan Parit Jadi Tempat Pembuangan Sampah di Saibi Samukop

Tumpukan sampah di tepi sungai Saibi Samukop. (Foto : Rinto/mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP—Berbagai jenis sampah berserakan di sungai dan parit jalan di Desa Saibi Samukop. Sampah-sampah itu berasal dari rumah-rumah warga yang ada di desa tersebut.

"Sungai dan selokan-selokan sudah jadi tempat sampah, dari sampah plastik dan sampah dari limbah rumah tangga, tak ada tempat pembuangannya lagi," kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Saibi Samukop, Melki Sanenek pada Mentawaikita.com, Jumat (21/9/2018).

Kata Melki, bukan hanya sungai dan selokan, sampah juga terdapat di saluran air dan di kanan kiri jalan umum karena di buang sembarangan. Ia menyebutkan larangan agar tidak menjadikan sungai dan parit sebagai tempat pembuangan sampah tidak dihiraukan warga.

"Tidak mempan lagi kalau ada pemberitahuan itu, ini hanya tidak adanya kesadaran saja padahal sampah plastik itu bisa dibakar dan saya sangat benci orang yang buang sampah sembarangan dan sering juga ketahuan dan saya tegur," ujarnya.

Melki menyebutkan, walaupun tempat pembuangan sampah umum belum ada di Saibi Samukop, namun itu tidak menjadi pembenar membuang sampah sembarangan.

"Apalagi membuangnya di sungai sangat merusak ekosistem yang ada di air" ujarnya.

Menurut Melki, Pemerintah Desa (Pemdes) Saibi harus membuat terobosan mengatasi persoalan sampah di Saibi, bentuknya bisa dalam aksi pembersihan lingkungan.

"Harus ada kepedulian kita secara bersama-sama dengan mengadakan kegiatan aksi pembersihan lingkungan yang melibatkan semua instansi setempat, agar warga punya kesadaran tidak boleh membuang sampah sembarangan apalagi di sungai," ucapnya.

Selain aksi kebersihan, lanjut dia, Pemdes Saibi juga harus menyediakan alat pengangkut sampah warga dan dibuang ke tempat yang semestinya. Ia mengusulkan daerah seberang sungai Saibi bisa dijadikan tempat pembuangan akhir sampah.

Selain ketua BPD, persoalan sampah di Saibi turut disorot Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Saibi Samukop, Gustaf Sageileppak. Menurut Gustaf persoalan itu muncul disebabkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan belum ada.

Padahal, kata dia, pemerintah setempat sudah melarang perbuatan itu dilakukan. "Pemerintah tidak salah, warga kita itu yang belum punya kesadaran, contohnya saja warga yang rumahnya jauh dari tepi air tapi buang sampah nya di sungai, nah ini yang jadi tugas kita bersama memberi pemahaman itu," ujarnya.

  • Pin it
Komentar