Festival Sarana Komunikasi dan Sosialisasi Masyarakat Adat

21-09-2018 13:00 WIB | Peristiwa | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: Gerson M Saleleubaja
Festival Sarana Komunikasi dan Sosialisasi Masyarakat Adat

Sikerei menari dalam Festival Masyarakat Adat 2018. (Foto : Patris/mengawaikita.com

TUAPEIJAT—Festival Masyarakat Adat sebagai pesta rakyat yang menjadi salah satu tempat mengekspresikan diri, menjadi sarana komunikasi dan sosialiasasi untuk memperkuat eksistensinya. Demikian disampaikan Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat daerah, Nikolaus Sorot Ogok saat menutup Festival Masyarakat Adat (FMA) 2018 yang digelar Yayasan Citra Mandiri (YCM) Mentawai dalam Program Peduli-Kemitraan Partnership bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan dari Rabu-Jumat, 19-21 September 2018 di halaman Kantor Bupati Mentawai, KM 5 Tuapeijat Sipora Utara, Jumat (21/9/2018).

Nikolaus menyebutkan, budaya sangat penting dalam kehidupan karena memiliki nilai positif. "Ketika kita dituntun oleh budaya maka kita akan melakukan hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Di tengah kemajuan teknologi, lanjut dia, pengaruh budaya dari luar sangat mudah. Namun bila budaya masyarakat Mentawai kuat maka masyarakat Mentawai tidak akan terpengaruh.

"Sebagai daerah wisata, pihak pemerintah berkomitmen mempertahankan hutan dan alam yang ada karena ini menjadi nilai jual," katanya.

Hutan juga berkaitan erat dengan masyarakat adat Mentawai yang memiliki nilai dan kearifan lokal dalam pengelolaannya.

"Budaya Mentawai sangat berkaitan dengan hutan sehingga Pemkab Mentawai tidak ingin memasukkan aktivitas eksploitasi hutan yang besar karena ini akan berdampak pada masyarakat dan budaya, " katanya.

Dalam hal pembangunan Mentawai, Nikolaus Sorot Ogok mengharapkan peran dari masyarakat. "Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pembangunan karena pemerintah juga memiliki keterbatasan. Juga perlu banyak pihak untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, " katanya.

Direktur YCM Mentawai, Rifai mengapresiasi pelaksanaan FMA Mentawai karena dengan festival ini masyarakat adat Mentawai dapat menyuarakan dan megekspresikan diri.

"Dari rangkaian kegiatan yang digelar masyarakat adat Mentawai terlihat bisa menyuarakan hal-hal yang selama ini menjadi persoalan mereka terkait pembangunan, budaya, hutan serta hal lainnya," katanya.

Sementara Aleksander Mering, Projeck Officer Kemitraan mengatakan kegiatan yang dilakukan kurang akses masyarakat sehingga menjadi evalusi dalam pelaksanaan kegiatan kedepan.

"Namun kegiatan yang dilakukan sangat positif karena kegiatan seperti ini salah satu tempat memuliakan masyarakat adat, " katanya.

  • Pin it
Komentar