Sekda Mentawai: Pemasangan Peraga Kampanye Jangan Sampai Menimbulkan Konflik

13-09-2018 13:18 WIB | Politik | Reporter: Silvester Suntoro Sarogdok | Editor: Gerson M Saleleubaja
Sekda Mentawai: Pemasangan Peraga Kampanye Jangan Sampai Menimbulkan Konflik

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus. (Foto : Suntoro/mentawaikita.com)

TUAPEIJAT—Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus mengimbau partai politik memasang alat peraga kampanye sesuai kesepakatan agar tidak menimbulkan konflik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) tidak menimbulkan konflik, hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mentawai.

"Kita komitmen bersama bahwa kita yang hadir pada hari ini sebagai mana nanti dimana penetapan lokasi peraga alat kampanye kita betul - betul jangan sampai menimbulkan konflik, jangan ada konflik," katanya pada Kamis (13/9/2018).

Ia menyebutkan pentingnya koordinasi bersama KPU Mentawai dengan stakeholder seperti Polres, TNI, serta Pemerintah Daerah untuk mengawasi dan menyatukan persepsi dalam jelang kampanye mendatang, dimana waktu pelaksanaannya sejalan dan sesuai dengan harapan.

"Mengikuti rapat-rapat yang ada yang sudah dijelaskan oleh aturan KPU atau aturan - aturan lainnya, termasuk juga rapat atau diskusi hari ini membahas tentang peraga alat kampanye, artinya kita saat ini harus hati - hati, dimana lokasinya yang diatur oleh aturan dimana lokasi yang tidak diperbolehkan. Meskipun kita sudah pernah ikuti, kadang - kadang kita lupa, apalagi sekarang ada peraturan baru, sehingga kita yang hadir disini tidak ada lagi yang tidak tahu," katanya .

Ketua KPU Mentawai Eki Butman mengatakan penyebaran bahan kampanye pada tahun 2014 lalu diatur mulai dari ukuran, tata cara pemasangan dan titik - titik pemasangan peraga alat kampanye itu sendiri.

Sementara Iswanto, Komisioner KPU Mentawai berharap Pemilihan Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 berprinsip damai, jujur, tertib, dan tanpa fitnah.

"Kita berharap semua harus sesuai dengan aturan, begitu juga kampanye dalam penyampaian visi misi, yang disampaikan kepada masyarakat secara lisan maupun tertulis harus bersifat sopan tertib mendidik, Bijak dan beradab tidak provokatif," ungkap Iswanto.

  • Pin it
Komentar