Rawan Gempa dan Tsunami, Pelatihan Mitigasi Bencana di SDN 01 Saibi Samukop Kurang

12-09-2018 00:13 WIB | Pendidikan | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: Gerson Merari Saleleubaja
Rawan Gempa dan Tsunami, Pelatihan Mitigasi Bencana di SDN 01 Saibi Samukop...

Murid SDN 16 Saliguma bermain di halaman sekolah. (Foto : Rinto/mentawaikita.com)

SAIBI SAMUKOP—Pelatihan mitigasi bencana gempa dan tsunami kepada murid SDN 01 Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah kurang meski gedung sekolah itu berada di zona merah (bahaya).

Efraim Sikatsila (12), salah seorang murid kelas V SDN 01 Saibi Samukop mengaku belum mendapat pelatihan mitigasi di sekolahnya tentang cara menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

"Yang saya pahami sendiri kalau gempa datang saat sekolah harus lari ke bukit dan bisa juga berlindung dibawa meja, cuma itu bang yang saya tahu," kata Efraim kepada Mentawaikita.com, Senin (10/9/2018).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, saat Mentawai sering diguncang gempa, ada dua sekolah yang mendapat pelatihan mitigasi bencana gempa dan tsunami yakni SDN 01 Saibi Samukop dan SDN 16 Saliguma.

"Pelatihan itu dilakukan Surf Aid yang sasarannya langsung di sekolah, dan kitapun tidak dapat menyampaikan langsung ke mereka agar selalu datang pelatihan mitigasi ini," katanya.

Selain melakukan pelatihan mitigasi, Purba menyebutkan, pihaknya selalu menyampaikan agar selalu waspada dengan gempa saat melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

"Kita selalu sampaikan di sekolah untuk berhati-hati dan bagaimana menyelamatkan anak dalam kondisi sedang belajar ketika gempa," ucapnya.

Dilihat dari letak sekolah, kata Purba menyebutkan, dari 10 sekolah yang ada di kecamatan itu meliputi Desa Saibi Samukop, Saliguma dan Cimpungan, hanya SDN 01 Saibi Samukop yang berada dekat pantai sementara yang lain berlokasi di kaki bukit. Sekolah di Kecamatan Siberut Tengah terdiri dari 7 SD, 2 SMP dan 1 SMA.

"Sekolah yang ada di Saliguma dan Cimpungan serta sebagian yang ada di Saibi Samukop masih dekat bukit, seperti di Saliguma berjarak sekitar 20 meter dekat bukit, yang rawan itu masuk zona merah gedung SDN 01 Saibi Samukop yang lama karena dekat pantai dan bangunannya sudah lama tapi kini sudah pindah ke sekolah baru," kata Purba.

Selain jauh dari pantai, rata-rata kondisi bangunan sekolah masih aman dari guncangan gempa.

"Karena gedung sekolah di Siberut Tengah semuanya hampir bangunan baru, jadi yang tidak nyaman gedungnya itu masih di gedung lama SDN 01 Saibi Samukop yang lama," ujarnya.

Kepala SDN 01 Saibi Samukop, Sion Sakeru membenarkan sekolahnya baru sekali mendapatkan pelatihan mitigasi bencana gempa dari Surf Aid.

"Saat pelatihan mitigasi ini saat kami masih berada di sekolah lama dan yang dilatih itu guru-gurunya yang langsung dilanjutkan ke anak-anak dan yang mungkin saja karena itu sudah lama, anak-anak sudah ada yang tamat," katanya.

Sion menyebutkan, pelatihan ini sebenarnya terus berlanjut diberikan oleh guru-guru yang dilakukan sekali dalam 2 bulan atau bisa juga sekali dalam setahun. Namun saat ini mereka belum menggelar pelatihan sebab masih disibukkan proses kepindahan sekolah dari gedung lama ke gedung yang baru.

"Tapi kenapa kita tidak melakukan itu salah satu kendalanya kita sedang transisi ke lokasi baru, karena gedung lama masuk zona merah rawan gempa dan bangunannya juga sudah tidak layak, jadi mungkin anak-anak yang sekarang tidak paham lagi bagaimana menyelamatkan diri jika gempa terjadi" ujarnya.

Meski muridnya telah lupa cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi, Sion mengaku selalu mengingatkan guru-guru untuk wasapada saat gempa terjadi.

"Sewaktu masih di gedung sekolah lama saya selalu ingatkan ke guru-guru untuk itu, dan kemarin waktu gempa di Lombok saya sedang di Padang, saya telefon guru-guru untuk waspada termasuk saat cuaca kurang baik dan saya syukuri ketika gempa datang belum ada kejadiaannya di saat kami lagi sekolah," jelasnya.

Meski sekolah sudah pindah pada ajaran baru 2018/2019 ke gedung baru yang berdekatan dengan kantor camat Siberut Tengah, Sion tidak bisa memastikan apakah lokasi tersebut sudah aman atau belum.

  • Pin it
Komentar