Pamanu, Tradisi Mencari Ikan di Siberut

27-08-2018 08:20 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: ocha
Pamanu, Tradisi Mencari Ikan di Siberut

Dua perempuan sedang menangguk ikan di Sungai Sigulukba, Saibi Samukop, Siberut Tengah, Mentawai. Tradisi ini disebut pamanu, yakni menagkap ikan menggunakan tangguk besar. (Foto: Rinto Robertus)

SAIBISAMUKOP--Perempuan di Mentawai memiliki aktivitas berbeda-beda ketika mencari ikan di sungai maupun di laut. Seperti halnya ibu-ibu dari Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah, memiliki tradisi mencari ikan di sungai yang disebut pamanu, yakni menangkap ikan menggunakan tangguk besar ukuran 2 meter.

Di Saibi, aktivitas pamanu biasa dilakukan di muara Sungai Sigulukba. Saat ke sana, Jumat (24/8) lalu, Mentawaikita.com menemui dua ibu-ibu sedang menangkap ikan.

"Sejak pagi tadi banyak ibu-ibu sipamanu di pintu muara sungai tapi mereka pulang duluan dan tinggal kami lagi berdua di sini," kata Sartina Siribetuk (50) sambil menangguk ikan.

Biasanya pamanu ini dilakukan ketika di musim hujan dan saat air sungai Saibi Samukop menjadi keruh. "Kali ini memang airnya tidak keruh tapi ini musim ikan kecil-kecil makanya kami datang pamanu," ujar Sartina.

Hasil tangkapan Sartina hari itu terdiri dari ikan kecil dan udang. Semua protein yang didapatkan akan digunakan untuk konsumsi keluarga.

Menurut Sartina, ia sering pergi menangkap ikan, tergantung ketersediaan stok ikan di rumah. "Kalau berezeki bukan hanya ikan yang kecil kami dapat juga ikan yang sedikit besar yang masuk terperangkap," katanya.

Pamanu ini sudah menjadi kebiasaan ibu-ibu di Saibi Samukop mencari ikan di sungai. Tangguk yang digunakan ibu-ibu terbuat dari nilon kecil dengan kerangka bambu yang dibuat kuat agar ikan yang masuk baik ukuran kecil maupun besar tidak lepas kembali. "Ada juga kegiatan kami yang lainnya seperti muhabat (tangguk ukuran kecil untuk menangkap udang yang disebut subba), jadi kalau di sungai ini kita pakai panu dan juga subba untuk alat menagkap ikan"ujarnya.

Pamanu ini bukan hanya dilakukan ibu-ibu di Saibi Samukop saja, tapi juga dilakukan ibu-ibu yang tinggal di hulu sungai seperti Simoilalak dan Sirisurak. Mereka datang ke Saibi Samukop membuat pondok dari rumbia dan tinggal beberapa hari untuk mencari ikan dengan memakai panu dan subba. Kegiatan ibu-ibu dari hulu untuk mencari ikan di muara sungai Saibi ini disebut mumonga (tinggal di muara atau bermuara),namun aktivitas mumonga ini sudah sangat jarang dilakukan karena terlihat sudah tidak ada lagi bekas-bekas pondok rumbia untuk tempat mumonga.

  • Pin it
Komentar