Kasus Penyalahgunaan Anggaran Porprov Disidangkan

09-08-2018 21:47 WIB | Peristiwa | Reporter: Zulfikar | Editor: Rus Akbar
Kasus Penyalahgunaan Anggaran Porprov Disidangkan

Sidang perdana dugaan kasus korupsi Poprov Sumbar. (Foto: Zulfikar/Mentawaikita.com)

PADANG - Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Dinas Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2012 yang menjerat Adri Mentawino atau yang akrab disapa Wino disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Kamis (09/08/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jovan K Waruwu menyebutkan, 21 Agustus nanti sidang akan dilanjutkan dengan menghadirkan saksi. "Sudah sama kita dengar tadi, sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi dilanjutkan Selasa, 21 Agustus nanti. Kita usahakan 5 orang saksi yang akan dihadirkan," ujarnya kepada MentawaiKita.

Dakwaan yang dibaca JPU dalam sidang tersebut meyebutkan, kasus terkait pengadaan barang dan jasa dalam penyelengagraan Porprov tahun 2012. "Mulai dari makan dan minum, pengadaan baju dan juga transportasi," ungkap Lili Maria Yulis, salah seorang JPU yang membacakaan dakwaan terhadap Adri dihadapan hakim.

Berita Terkait:

Jaksa Limpahkan Berkas Kasus Porprov ke Pengadilan Hari Ini

Polisi Tetapkan Satu Orang Tersangka Kasus Porprov 2012

Dalam dakwaan tersebut, juga menyebutkan nama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Desti Seminora sebagai penanggungjawab anggaran yang menugaskan langsung kepada adik kandungnya untuk pengadaan barang dan jasa terkait penyelenggaraan Porprov tahun 2012.

Sebagaimana yang ditulis dalam dakwaan, disebutkan bahwa perbuatan terdakwa Andri Mentawino dan Desti Seminora sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 ayat (1) hurf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah pada dengan Undang-undang RI N0. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1).

Berita sebelumnya, dijelaskan kasus tersebut telah diselediiki sejak 2012 dan baru rampung 2017, dengan melengkapi data-data, audit investigasi oleh BPKP Sumbar, kemudian ditemukan bukti yang cukup sehingga mengarah kepada unsur pasal tindak pidana korupsi dan mengalami kerugiaan negara sekira Rp200 juta, setelah dinyatakan berkas lengkap Adri Mentawino ditetapkan sebagai tersangka.

  • Pin it
Komentar