Mugettek, Cara Ibu-Ibu di Mentawai Lestarikan Pangan Lokal

08-08-2018 14:30 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Rinto Robertus Sanenek | Editor: ocha
Mugettek, Cara Ibu-Ibu di Mentawai Lestarikan Pangan Lokal

Kebun keladi di Saibi Samukop, Siberut Tengah, Mentawai. (Foto: Rinto Robertus Sanene)

SAIBISAMUKOPGettek atau keladi merupakan salah satu pangan lokal di Mentawai. Keladi biasa dikonsumsi sebagai makanan pokok sehari-hari ataupun saat pesta (punen).

Karena menjadi salah satu makanan pokok disamping sagu dan beras, gettek ditanam di ladang-ladang masyarakat. Dalam adat Mentawai, menanam gettek biasa dilakukan para perempuan yang diistilahkan mugettek (berkebun keladi).

Resminar Saguruk (55), warga Saibi mengaku memiliki kebun gettek di dua lokasi di jalan menuju Kaleak. "Kalau sudah panen kita tanam lagi dan terus menerus dan mugettek ini kegiatan yang harus kami lakukan karena sudah jadi tradisi kami bagi kaum ibu-ibu di sini," katanya, Rabu (8/8).

Gettek biasanya diolah menjadi bermacam makanan, bisa direbus begitu saja dan dimakan didampingi lauk ikan, ayam atau babi. Bisa juga diolah menjadi subbet yakni keladi direbus dan dicampur kelapa parut atau pisang dan dibentuk bulat kecil. "Kalau untuk pesta adat kita buat masakan gettek siliklik (Keladi yang dimasak dengan bambu) untuk makanan dalam punen itu," ujarnya.

Dalam budaya Mentawai terutama di Saibi Samukop, perempuan yang sudah berkeluarga diharuskan berkebun keladi untuk kebutuhan makanan keluarga, sementara suami harus bisa mengolah sagu.

"Kegiatan mugettek ini juga jadi kebanggaan kami perempuan di sini apalagi ketika ada pesta adat dalam suku kami, ketika mencicipi gettek siliklik di dalam suku itu akan ada pujian saina simajolot tubu (ibu-ibu yang ulet atau rajin), makanya mugettek ini kebiasaan kami perempuan dari dulu yang diajarkan atau dianjurkan orang-orang tua kami turun-temurun," ujar Resminar.

Seorang ibu lainnya, Norma Sanakkat (59) menyebutkan kebiasaan mugettek atau berkebun keladi adalah kegiatan utama bagi kaum perempuan. "Ada juga mugobik (berkebun ubi) tapi gettek yang diharuskan kami punya kebun atas anjuran orang tua kami dulu, makanya sekarang kami ibu-ibu punya kebun gettek," katanya.

Tokoh adat Saibi Samukop, Hasan Sageileppak (59) mengatakan gettek termasuk makanan pokok di Saibi Samukop sejak dulu. Selain sagu, kenapa perempuan di sini diharuskan mugettek, selain gettek untuk makanan dalam pesta adat, yang paling utama itu gettek makanan anak-anak atau bayi dalam keluarga, tidak mungkin anak lahir lalu diberi makan sagu, tentu gettek," katanya.

Tentu setiap perempuan Mentawai punya tanggung jawab menghidupi anak-anaknya dengan mugettek. "Jadi mugettek itu kegiatan perempuan atau ibu-ibu, kalau yang laki-laki musagu dan mutinungglu (berkebun pisang dan tanaman-tanaman tua yang lainnya seperti durian, rambutan) makanya gettek kita di sini selalu ada tersedia sampai sekarang," ujarnya.

  • Pin it
Komentar