Zonasi Daerah Pesisir dan Pulau Terluar di Mentawai Akan Dibentuk

07-08-2018 18:17 WIB | Peristiwa | Reporter: Silvester Suntoro Sarogdok | Editor: Zulfikar
Zonasi Daerah Pesisir dan Pulau Terluar di Mentawai Akan Dibentuk

Pulau Bakat Menuang, terletak di Selat Sikakap, Mentawai (Foto: IST / YCMM)

TUAPEIJAT -- Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 2 tahun 2018 yang menyangkut tata ruang laut atau disebut zonasi daerah pesisir, pulau-pulau kecil dan pulau terluar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Mentawai akan rancang hal itu dan diterapkan di wilayah Mentawai.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan, Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Alber Krisdarto mengatakan hal tersebut menyangkut tiga pulau terluar di Kepulauan Mentawai, antar lain Pulau Sibaru-baru, Sinyaunyau dan Pagai Utara. Ketiga pulau tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kepulauan Mentawai.

"Ini merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, masih menjadi kewenangan mereka," ujar Alber kepada MentawaiKita, Selasa (07/08/2018).

Menurut Alber, tujuan zonasi itu agar tidak terjadi saling klaim penggunaan kawasan dan jelas pemanfaatannya. "Informasi dari Pusat, perda kita lebih relatif dan ini sesuai dengan dukungan berbagai pihak, baik bupati ataupun gubernur," jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Alber, yang diatur dalam perda tersebut yaitu kawasan pemanfaatan umum (pariwisata, dermaga dan fasilitas umum lainnya), alur pelayaran, kawasan konservasi (menyangkut kesejahteraan masyarakat dalam wisata bahari), serta ruang nasional kawasan strategis tertentu.

Ia berharap pemanfataan zonasi ruang laut ini dapat pergunakan sesuai dengan amanah, dan dapat mensejahterakan masyarakat serta menjadi ikon penghasilan pariwisata bahari bagi Kepulauan Mentawai. "Kami dari Provinsi mendukung, menjadi tujuan dalam upaya menggerakkan ekonomi," katanya.

  • Pin it
Komentar