Tak Ada Listrik, SMAN 1 Pagai Utara Beli BBM Pakai Dana BOS

07-08-2018 10:25 WIB | Pendidikan | Reporter: Supri Lindra | Editor: ocha
Tak Ada Listrik, SMAN 1 Pagai Utara Beli BBM Pakai Dana BOS

Guru SMAN 1 Pagai Utara sedang mengirim Data Pokok Pendidikan (Dapodik) siswa dan guru. (Foto: Supri Lindra)

SAUMANGANYA--Untuk menghidupkan koneksi internet dan computer, SMAN 1 Pagai Utara menganggarkan dana pembelian BBM untuk menghidupkan mesin genset dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Tiap hari SMAN 1 Pagai Utara mengeluarkan uang untuk beli solar Rp64 ribu sampai Rp80 ribu, untuk beli 8 liter - 10 liter solar, BBM tersebut gunanya untuk menghidupkan mesin genset," kata Nofik Afriko, Kepala SMAN 1 Pagai Utara, Senin (6/8).

Ia menyebutkan, mesin genset dihidupkan mulai pukul 08.00 Wib sampai 16.00 Wib, sesuai kebutuhan sekolah, jika kebutuhan mendesak, bisa jadi mesin genset akan hidup sampai malam, hal ini disebabkan listrik PLN belum masuk ke SMAN 1 Pagai Utara.

"Mesin genset untuk menghidupkan Wifi dan komputer sekolah, gunanya untuk mengirim Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dimana Dapodik minimal dikirim tiap bulan, kalau ada kebutuhan mendesak Dapodik dikirim tiap hari, dengan adanya wifi bantuan dari Kominfo, sekarang ini SMAN 1 Pagai Utara tidak kesulitan lagi mengirim Dapodik siswa dan guru," katanya.

Sebelumnya, bila mengirim Dapodik siswa dan guru operator sekolah terpaksa menumpang ke puskesmas, kantor camat, pelabuhan dan kantor lainnya yang memiliki wifi, kalau jaringan wifi di Pagai Utara atau Sikakap tidak bagus, pihak sekolah terpaksa harus mengirim operator sekolah ke Padang, dana dibutuhkan mencapai Rp2,5 juta sampai Rp5 juta, itu tergantung lama operator sekolah di Padang, dana tersebut gunanya untuk ongkos, penginapan, makan dan kebutuhan lainnya selama di Padang.

"Harapan kita agar jaringan listrik PLN masuk ke SMAN I Pagai Utara agar dana beli BBM bisa digunakan untuk kepentingan sekolah," katanya.

  • Pin it
Komentar