Menciptakan Pelajar Mentawai Cerdas Bermedia Elektronik

02-08-2018 17:59 WIB | Pendidikan | Reporter: Bambang Sagurung | Editor: Rus Akbar
Menciptakan Pelajar Mentawai Cerdas Bermedia Elektronik

Sosialisasi dampak media elektronik oleh GOW di SMAN 1 Siberut Utara. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN -Generasi yang cerdas memanfaatkan media elektronik akan menguasai masa depan. Hal itu dikatakan Immer Kortanius Sabeleake selaku ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Mentawai dalam acara sosialisasi tentang bahaya media elektronik dikalangan pelajar di SMAN 1 Siberut Utara, Kamis (2/8/2018).

"Kalau generasi Mentawai tidak mengambil nilai positif dari media elektronik yang ada maka itu akan menjadi perusak generasi Mentawai kedepan, namun kalau itu dimanfaatkan dalam hal positif maka dunia ini akan dapat dikuasai," katanya.

Dampak positif dengan adanya media elektronik seperti jaringan internet, labor komputer di sekolah akan menambah wawasan pelajar dapat mendapatkan ilmu selain informasi yang diberikan oleh guru sehingga guru tidak menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

Hal lain yaitu munculnya metode pembelajaran yang baru yang dapat memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran seperti memahami materi abstrak. "Sistem pembelajaran juga tidak mesti melalui tatap muka tapi pertemuan guru dengan siswa bisa melalui layanan internet," katanya.

Sementara dampak negatif dari media elektronik misalnya siswa menjadi malas belajar karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet untuk facebook, chating dan aktifitas media sosial lainnya. "Ini juga akan memicu terjadinya tindakan asusila seperti tawuran antar pelajar, pelecehan seksual, pemerkosaan dan tindakan asusila lainnya," kata Immer.

Kapolsek Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Iptu Irmon mengaku belum menangani kasus asusila yang ditimbulkan akibat dari teknologi. "Salah satu dampak dari media elektronik ini seperti adanya layanan internet yang mudah seperti perilaku asusila. Hingga saat ini Polsek Sikabaluan belum menerima dan menangani laporan terkait hal ini," katanya.

Dikatakan Iptu. Irmon untuk mencegah terjadinya tindakan asusila dan sikap negatif dalam memanfaatkan media elektronik pelajar mesti memiliki iman dan moral yang baik. "Kalau iman tidak kuat maka akan tergoda dengan hal negatif yang tersajikan dalam media elektronik seperti jaringan internet yang dapat diakses melalui handphone," katanya.

Dalam bermedia sosial dikatakan Iptu. Irmon pelajar hendaknya lebih santun dalam memposting gambar, video dan komentar. "Lebih baik mempromosikan keunggulan daerah yang dimiliki, nilai positif sekolah, kegiatan ekskul. Dan jangan melecehkan nama baik kepala negara, kepala daerah dan pejabat lainnya dan menimbulkan isu SARA karena ini akan berhadapan dengan undang-undang," katanya.

  • Pin it
Komentar