Ada Uma Makanan Tradisional Mentawai di Dusun Puro

02-08-2018 16:16 WIB | Travel | Reporter: Hendrikus Bentar Samonganuot | Editor: Rus Akbar
Ada Uma Makanan Tradisional Mentawai di Dusun Puro

Kuliner yang disajikan di uma oleh kelompok ibu-ibu. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

PURO- Uma sederhana tempat kuliner makanan tradisional Mentawai di Dusun Puro 1 Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan diresmikan.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Siberut Selatan Elifati Zebua mengatakan ia sangat mendukung kreativitas ibu-ibu Puro ini, karena untuk kuliner Mentawai baru ada di Dusun Puro. "Ini harus dikembangkan dengan swadaya agar kuliner Mentawai ini tidak hilang pada zaman yang serba instan ini," katanya pada Mentawaikita.com, Rabu (1/8/2018).

Di Kecamatan Siberut Selatan kelompok Makanan Tradisional Mentawai (KMTM) ini baru baru dimunculkan dan suatu hal positif yang harus didukung. Menurutnya makanan Mentawai seperti sagu, keladi belum ada zat kimiia dan sangat baik untuk kesehatan. "Mudah-mudahan tidak hanya sampai disini namun nanti bisa ditingkatkan di dusun dan desa-desa lain," katanya.

Kepala Desa Muntei Agustinus Sagari mengatakan kegiatan ini membuatnya sangat bangga bahwa ada masyarakat membuat uma dengan swadaya, kelompok di tingkat desa sudah banyak tetapi aksinya belum nampak.

"Saya ingin kelompok bekerja dulu dan berbuat dulu, baru bisa kita bantu. Ibu ibu atau anggota kelompok harus tahu apa yang dilakukan jangan menunggu, apa yang dikerjakan dan apa konsep kedepan segera dilaksanakan, pasti pemerintah akan mendukung baik dari segi ide dan konsep lainnya," katanya

Agus menambahkan sebagai orang Mentawai jangan merasa minder dan malu untuk menikmati dan membuat makanan tradisional Mentawai supaya usaha dan program ibu-ibu cepat berkembang kedepan.

"Konsepnya jika kedepan usaha ini berkembang semua ibu-ibu di Puro ini harus ikut aktif, jadi ibu-ibu yang sudah punya kelompok bisa membeli keladi, ubi, atau pisang kepada ibu lainnya yang ada di puro supaya semua bisa menikmati manfaatnya, dan menjadi suatu peluang usaha dalam peningkatan ekonomi," katanya.

Dengan dicanangkannya Desa Muntei sebagai desa wisata kita harus siap menjadi tuan rumah dan segala kesiapan baik itu kuliner, dan abtrabsi buadaya lainnya.

Ketua Kelompok Makanan Tradisional Mentawai Susanna, mereka membangun uma kecil ini dengan swadaya ibu ada sembilan orang ibu-ibu Puro 1 yang aktif untuk membangun usaha makanan tradisional Mentawai tersebut.

Semua makanan Kuliner Mentawai ada diuma Puro 1 mulai dari Subbet, sagu Kapurut, iba Silak,kra, Keladi yang dibangun, pisang bambu, ubi yang di bambu dengan lauknya disediakan. Untuk harga setiap porsinya mereka belum tentukan, itu ditentukan setelah diskusi bersama anggota kelompok.

Tidak hanya kulinernya tetapi peralatan kuliner, seperti gigiok untuk memarut kelapa, lulak tempat ikan, sisip untuk tempat kua, gogotjai untuk menghaluskan sagu, tututduk untuk menumbuk keladi, tersedia di uma tersebut.

"Tujuan dari kelompok ini selain bernilai jual beli, tempat uma itu juga bisa berfungsi untuk belajar soal kuliner Mentawai dan mengajak orang Mentawai agar tidak lupa dengan makanan khas tradisional Mentawai," katanya.

  • Pin it
Komentar