Ibu-Ibu Puro Lestarikan Makanan Tradisional Mentawai

30-07-2018 10:33 WIB | Budaya Mentawai | Reporter: Hendrikus Bentar Samonganuot | Editor: Rus Akbar
Ibu-Ibu Puro Lestarikan Makanan Tradisional Mentawai

Peralatan tradisional Mentawai yang dibuat oleh ibu-ibu di Puro. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

PURO—Kelompok ibu Dusun Puro 2, Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kepulauan Mentawai membuat usaha kecil untuk menjual kuliner khas Mentawai.

Ketua Kelompok Makanan Tradisional Mentawai (KMTM), Susanna mengatakan, saat ini kuliner Mentawai mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan pemerintah,dengan adanya kelompok makanan khas Mentawai, mereka siap menerima pesanan atau pun dikunjungi, katanya kepada Puailiggoubat, Sabtu (28/7).

Ada beberapa bentuk makanan Mentawai yang akan disediakan yakni ada sagu kapurut,sagu kaobbuk, subbet, pisang, keladi, ubi dan yang lainnya, sedangkan untuk lauknya ada ikan yang dibambu, ikan yang disalai, ikan yang disup, batra atau tamra (ulat sagu),dan berapa jenis ikan lain disediakan tergantung permintaan.

Kelompok ini telah menyediakan bahan-bahan yang akan dimasak seperti sagu, ikan salai, daun sagu, keladi, pisang, ubi,dan bumbunya ada taratti yang berbentuk buah, garam.

Untuk saat ini, kegiatan kelompok dipusatkan di uma kecil yang dibangun secara swadaya oleh warga Puro 2. Didalamnya tersedia berbagai macam peralatan masak tradisional Mentawai mulai dari lulak, gigiok untuk mengukur kelapa, tututduk untuk menumbuk keladi, gogotjai untuk menghaluskan tepung sagu, sisip untuk kua ikan dan peralatan masak lainnya.

"Setiap tamu dari luar datang mereka akan mencari makanan khas Mentawai itu dimana dan sangat sulit kita menemukan tempat tersebut, makanya ia mempunyai ide mengajak ibu-ibu siapa saja yang berminat untuk sama sama mengembangkan kuliner Mentawai ini," katanya.

Ia juga mengajak semua ibu dan anak- anak Mentawai agar tidak melupakan makanan khas Mentawai yang diturunkan oleh nenek moyang karena sekarang ini ia melihat membuat makanan khas Mentawai mulai dilupakan, bahkan anak zaman sekarang tidak tahu lagi cari memasak makanan tradisional.

  • Pin it
Komentar