Membentengi Pesona Mentawai

17-04-2016 22:50 WIB Opini
Membentengi Pesona Mentawai

Kawasan hutan Siberut Barat Daya, Mentawai dilihat dari atas udara (Foto: Rus Akbar).

Menyusul Multilateral Naval Exercise Komodo, Festival Pesona Mentawai akan segera digelar di Tuapejat. Diluncurkan di Jakarta oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya di Jakarta dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet serta SKPD terkait, menegaskan Festival Pesona Mentawai merupakan event berskala nasional dan akan jadi agenda tahunan.

Kedua event ini memberi isyarat pengakuan atas potensi Mentawai untuk tumbuh dan berkembang menjadi daerah yang sejajar bahkan melebihi kabupaten/kota yang lain. Perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak yang semakin besar terhadap Mentawai, yang juga bisa menjadi modalitas bagi bangunan solidaritas pembangunan Mentawai.

Festival Pesona Mentawai menyuguhkan berbagai atraksi yang selama ini merupakan ikon dan perlambang positif Mentawai serta terkait dengan alam dan budaya Mentawai, sehingga tidak salah jika disebutkan bahwa alam dan budaya Mentawai merupakan "roh" dari event ini. Pesona Mentawai dalam artian alam lingkungan dan budaya harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisah. Saling terhubung antara unsur lingkungan daratan dengan pesisir dan laut. Lingkungan daratan dengan ekosistem hutan alam yang langsung terhubung dengan ekosistem pesisir, teluk dan pulau-pulau kecilnya yang eksotik, yang berhadapan langsung dengan spot-spot selancar kelas dunia, adalah anugerah. Ekosistem kepulauan yang dikelola masyarakat berdasarkan kearifan warisan kebudayaan melayu tua, adalah karunia. Inilah pesona yang hakiki dari Mentawai, modalitas bagi aktivitas kepariwisataan Mentawai .

Karena itu Festival Pesona Mentawai harus dijadikan wadah untuk mengkapitalisasi sikap dan tindakan merawat dan membentengi alam dan budaya, yang pesonanya tak dapat ditolak oleh para turis untuk dikunjungi. Ratusan pelancong rela melintasi jarak yang panjang untuk sampai di Mentawai. Alam dan budaya yang dirawat akan terus mengundang aliran uang ke Mentawai. Kita tinggal menyepakati skema wisata yang memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat besar. Ini akan berdampak pada terciptanya kesejahteraan ekonomi bagi penduduknya. Inilah konsep wisata mutakhir yang jamak disebut dengan green tourism.

Syarat berlanjutnya kalender Festival Pesona Mentawai adalah terawatnya alam dan budayanya. Kerusakan alam dan budaya adalah rusak dan hilangnya basis dan dasar pijakan Festival Pesona Mentawai. Karena itu mari memelihara basis tersebut. Pilihan pariwisata sebagai ikon dalam pembangunan daerah ini, menuntut keseriusan tindakan seluruh pemangku kepentingan di Mentawai untuk menjaga dan merawat alam dan budaya Mentawai. Mari bergandeng tangan untuk menutup ruang bagi kemungkinan berlangsungnya proses perusakan alam dan budaya, baik oleh HTI, HPH dan perkebunan skala besar. Aktivitas HTI, HPH dan perkebunan skala besar, adalah ancaman nyata bagi kelanggengan Pesona Mentawai.

Rifai Lubis

Direktur YCMM

  • Pin it
Komentar